Berita

Ini Kata Akbar Faisal Soal Menghilangnya Sekjen NasDem Pasca Pemeriksaan KPK

RABU, 14 OKTOBER 2015 | 19:56 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem), Akbar Faisal mengaku sama sekali tidak mengetahui dimana keberadaan Rio Capella rekan separtainya pasca diperiksa terkait kasus yang menjerat Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Enggak tau (dimana Rio Capella), saya enggak pernah liat," ujarnya di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).

Akbar juga mengaku tak pernah komunikasi lagi dengan rekannya yang juga berada di dalam Komisi III DPR RI itu. Bahkan, Akbar meminta rekan wartawan yang mencari dimana Rio Capella saat ini berada.


"Enggak tau, saya gak ada komunikasi lagi. Saya fokus di Komisi III dulu," ungkapnya.

Ketika disinggung, apakah menghilangnya Sekjen partai yang dipimpin Surya Paloh ini lantaran terlibat dalam kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan itu, Akbar membantahnya.

Dia menegaskan partainya sama sekali tak terlibat dalam pusaran suap yang juga telah menjerat mantan Ketua Mahkamah Partai NasDem OC Kaligis menjadi terdakwa.

"Sesuatu apa? Saya hanya ingin mengatakan bahwa NasDem tidak ada urusan dengan itu (suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan)," tukasnya.

Seperti diketahui, Rio Capella diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan untuk tersangka Gatot dan istrinya Evy Susanti, pada Rabu 23 September 2015 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, Rio Capella kabur tanpa mau menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu Gatot pada Selasa 29 September 2015, usai menjalani pemeriksaan mengaku akan membuka tabir pertemuan yang dilakukan di Kantor DPP NasDem dengan para elit partai besutan Surya Paloh itu. Namun, dia baru akan membeberkan semuanya dalam persidangan dirinya.

Begitupun dengan sang istri, Evy mengaku akan membuka dugaan penerimaan uang yang dilakukan Rio Capella dalam persidangan. Pasalnya, muncul dugaan orang nomor dua di Partai NasDem itu, menerima uang terkait perkara dugaan korupsi Dana Bansos dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provinsi Sumut yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung. [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya