Berita

Bemby Uripto/rmol

Pengamat Gas dan Perminyakan Setuju Pengembangan Kilang LNG di Daratan

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 17:26 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Pengamat gas dan perminyakan, Bemby Uripto menguraikan bagian penting mengenai pemanfaatan gas bumi yang terdapat di wilayah Masela. Pertama ia melihat dari sudut pandang geografis.

"Cadangan gas dan bumi Masela terletak di daerah terdepan wilayah NKRI dengan beberapa daerah di sekitarnya diperkirakan memiliki cadangan gas pula. Disamping itu negara baru Timur Leste juga memiliki cadangan gas di sekitarnya. Sehingga, kualitas gas yang dikandung juga cukup baik, antara lain rendah kadar sulfur sehingga lebih mudah dalam mengolahnya," ungkap Bemby dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat ' Kekayaan Laut dan daerah untuk Siapa (Menyoroti Blok Masela) di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat (Minggu, 11/10).

Dari sisi sosial, ia menilai bahwa pembangunan pencairan gas di wilayah tersebut dapat memberikan kesempatan bagi tenaga kerja domestik untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.


"Keandalan dari sistem peralatan andaikan dibuat pencairan gas akan diupayakan memberikan kesempatan keterlibatan tenaga kerja domestik dalam kegiatan pembagunan ataupun operasional," tambahnya.

Oleh sebab itu, pakar gas dan perminyakan itu lebih setuju apabila pembagunan proyek tersebut dilakukan di darat bukan di laut.

"Pembangunan FLNG (floating liquefied natural gas) pastilah akan didominasi komponen peralatan maupun tenaga kerja internasional vs OLNG yang lokasinya di daratan yang pembangunannya lebih mudah ataupun operasionalnya karena dapat dilakukan semuanya di tanah kering tanpa gangguan lingkungan seperti lepas pantai," terangnya.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan pandangan tentang rencana pengembangan infrastruktur penyaluran dan pengolahan gas di Blok Masela, Maluku.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menjelaskan, ada dua metode untuk mengolah gas hasil Blok Masela menjadi gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG). Pertama metode onshore atau di darat dengan membangun jaringan pipa dengan metode offshore, atau di laut dengan menggunakan kapal pengolahan. [rus]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya