Berita

Hukum

Kontras: Apakah 14 Terpidana yang Dihukum Mati Era Jokowi Sudah Menjalani Proses Hukum secara Benar?

JUMAT, 09 OKTOBER 2015 | 19:55 WIB | LAPORAN:

Hukuman mati dinilai tidak efektif untuk menimbulkan efek jera agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Lebih baik pelaku tindak pidana dihukum berat, misalnya 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup.

"Dengan divonis seumur hidup sudah cukup menjadi efek jera. Kalau (hukuman) mati hanya mempercepat rasa bersalah yang dia lakukan," jelas aktivis Kontras, Putri Kanesia, dalam jumpa pers di kantornya, (Jumat, 9/10).

Diakuinya, soal hukuman penjara tersebut, tergantung derajat keterlibatan terpidana tersebut dalam sebuah kasus.


"Jangan sampai seperti Mary Jane kemarin, yang hanya jadi korban. Itu tidak tepat," ungkapnya merujuk terpidana kasus narkoba asal Filipina yang batal dihukum mati tersebut.

Karena itu, dia menambahkan, aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan jangan asal dalam melakukan proses hukum.

Karena saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami apakah 14 orang sudah dihukum mati selama era pemerintahan Jokowi benar-benar melakukan tindakan kejahatan dan memang harus dihukum secara berat.

"Jika memang mereka melakukan pengedaran narkoba, pembunuhan berencana dan lainnya apakah betul mereka sudah melalui proses hukum yang benar, yaitu tidak ada penyiksaan, tidak ada tekanan, didampingi penasehat hukum dan lainnya? Apakah hukum acara yang dilakukan aparat penegak hukum cukup sesuai sehingga mereka pantas divonis mati. Atau 14 orang ini tidak terbukti melakukan kesalahan atau salah tangkap?" tandasnya. [zul]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya