Berita

Ruki: Tidak Ada Kata-kata Lain Kecuali Lawan Revisi UU KPK

JUMAT, 09 OKTOBER 2015 | 16:40 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, dan Indriyanto Seno Adji menyambut baik kehadiran aktivis Gerakan Anti Korupsi (GAK) Alumni Lintas Perguruan Tinggi. GAK datang untuk memberi dukungan atas sikap pimpinan KPK yang menolak revisi UU KPK.

"Kehadiran alumni lintas perguruan tinggi sangat memperkuat semangat kami untuk maju terus, lawan. Tidak ada kata-kata lain kecuali lawan (revisi UU KPK)," ujar Ruki di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Menurut Ruki, ketika gerakan anti korupsi ditekan terus menerus dari kiri dan kanan, pimpinan KPK hanya bersandar pada gerakan masyarakat yang terus mendukung upaya pemberantasan korupsi.


Koordinator GAK Lintas Perguruan Tinggi, Rudi Yohanes, menyoroti revisi UU KPK yang akan membatasi kewenangan lembaga antirasuah ini dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan. Bahkan, revisi UU KPK juga akan membatasi usia KPK menjadi 12 tahun.

"Jelas-jelas upaya revisi UU KPK ini bertentangan dengan amanat TAP MPR XI/1997 tentang Aparat Negara yang bebas Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan TAP MPR VIII/2001 tentang Rekomendasi Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi," tuturnya.

Pada aksi kali ini, mereka membentangkan sepanduk yang bertuliskan 'Tolak Revisi UU KPK, Save KPK'. Selain itu, para peserta aksi dan pimpinan serta pegawai KPK mengenakan sarung tangan berwarna merah yang bertuliskan 'GAK'.

Menurut Rudi, pihaknya akan terus mendorong agar DPR membatalkan pengajuan revisi UU KPK karena akan mengkhianati tujuan nasional dan amanah reformasi. Dia pun, turut mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memilih para wakil rakyat yang berniat melemahkan KPK. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya