Berita

ilustrasi/net

Pemerintah Lalai Lindungi Warga dari Ancaman Asap

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 16:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia Traffic Watch (ITW) menyatakan keprihatinan atas kabut asap yang menyelimuti sejumlah kota di Sumatera dan Kalimantan.

Selain mengancam kesehatan dan aktifitas warga, kepulan asap akibat kebakaran hutan berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan di jalan raya.

"Jika asap tidak segera diatasi, sangat berpotensi menjadi ancaman bagi para pengguna jalan raya, bahkan memicu terjadinya kecelakaan. Sebab, jarak pandang sudah sangat dekat," ujar Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (7/10).


ITW, kata dia, menerima keluhan masyarakat, khususnya kota Pekanbaru bahwa asap sudah menjadi ancaman bagi keamanan lalu lintas di jalan raya maupun penerbangan.

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah agar tidak membiarkan warganya menjadi korban akibat kepulan asap di sejumlah kota di Sumatera.

"Jika asap akibat kebakaran hutan tidak segera ditanggulangi, artinya pemerintah telah lalai melindungi warganya dari ancaman kesehatan maupun keselamatan saat berlalu lintas di jalan raya," papar Edison.

Sejauh ini Edison menilai pemerintah kurang serius menanggulangi masalah asap.

"Sebaiknya, kondisi seperti yang terjadi saat ini sudah harus menjadi bencana nasional," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya