Berita

Mau Jadi Pahlawan, Penuhi Tiga Karakter Ini

SENIN, 05 OKTOBER 2015 | 05:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggapan bahwa pahlawan selalu orang yang terbunuh di medan perang, ataupun seseorang yang mengerjakan karya yang besar, tidak lagi berlaku untuk jaman sekarang. Mereka yang berkarya dalam pekerjaan sederhana dan tidak berarti dapat juga dimaknai sebagai pahlawan.

Demikian ditegaskan Direktur Bank Sumut, Esther Junita Ginting. Dia menyampaikan hal itu di hadapan ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Medan, yang menghadiri forum bulan apresiasi film nasional yang secara khusus mendiskusikan film "3 Nafas Likas", di Auditorium Utama Catholic Center, Medan, Minggu (4/10).

"Ada tiga dasar utama yang dapat disebut sebagai pahlawan, yakni seseorang yang mengerjakan karya sederhana dengan cara luar biasa serta tanpa kenal lelah, demi kemajuan peradaban manusia dan memanusiakan manusia lain. Tanpa ketiga dasar tersebut, makna kepahlawanan yang selama ini dikenal menjadi tiada arti," katanya.


Likas adalah tokoh perempuan asal Tanah Karo yang merupakan isteri pahlawan nasional Letjend Jamin Ginting. Likas adalah juga Pahlawan Nasional yang mengabdikan dirinya sebagai pejuang emansipasi perempuan di Sumatera Utara.
 
Menurut Esther, Likas pantas disejajarkan dengan RA Kartini, sama-sama menjadi sumber perjuangan emansipasi bagi perempuan. 

"Dan saya sangat yakin, bahwa perjuangan di dunia emansipasi pada waktu itu dibutuhkan komitmen tanpa kenal lelah, dan berhadapan dengan nilai budaya tradisional yang eksis pada waktu itu. Jika perempuan Sumut sekarang merasakan adanya nafas kebebasan dalam berkarya, itu merupakan hasil dari perjuangan Ibu Likas," paparnya.

Ditegaskan juga, komitmen pada pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan cara luar biasa bisa juga diambil contoh Bunda Teresa di Kalkuta yang memerangi kemiskinan dengan cara memanusiakan manusia terlantar serta tersia-siakan masyarakat. Apa yang dilakukannya merupakan pekerjaan besar sekalipun bukan bertempur di medan perang.

"Hal yang sama juga dilakukan oleh Ibu Likas. Memanusiakan perempuan Sumatera Utara di tengah aturan adat yang ketat bukanlah pekerjaan mudah. Mungkin banyak orang yang mampu melakukan itu, tetapi yang setia dan berkomitmen, mungkin sedikit sekali. Dan yang terpenting adalah, apa yang dilakukan Ibu Likas bukanlah pencitraan," tukasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya