Berita

iwan sumule/net

Politik

Iwan Sumule: Paket Ekonomi II Jokowi Ibarat Paket Short Time Prostitusi

MINGGU, 04 OKTOBER 2015 | 22:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Paket kebijakan ekonomi jilid II yang diluncurkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo akan bernasib sama seperti paket jilid I; sama-sama tidak akan direspon positif oleh pasar.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/10).

"Paket Ekonomi II yang mengusung pelayanan perizinan investasi hanya dalam waktu 3 jam, tampak seperti pelayanan paket short time dalam pelayanan paket prostitusi. Sama seperti paket pertama, tidak akan berdampak pada perbaikan dan pertumbuhan ekonomi rakyat," papar Sumule.


Pelayanan izin investasi selama 3 jam yang menjadi fokus paket jilid II, sebut Sumule yang juga Jurubicara Aktivis Pro Demokrasi, sangat tidak masuk akal.

Menurut dia, bagaimana mungkin investor akan mudah dan cepat memperoleh izin apalagi investasi atau usaha yang akan dilakukan melibatkan beberapa institusi. Belum lagi, persoalan regulasi yang berlaku hari ini masih tumpang tindih.

"Ini sama saja pemerintah sedang berpikir bagaimana menjalankan bisnis prostitusi yang bisa cepat prosesnya layaknya paket short time," imbuhnya.

Untuk itu Iwan Sumule meminta DPR tak berdiam diri. Paket kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah harus disikapi.

"DPR RI sudah selayaknya mengevaluasi dan meminta pertanggungjawaban pemerintahan Jokowi melalui hak interpelasi," demikian saran Iwan Sumule.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya