Berita

maruli gultom/net

Maruli Gultom: Kerjasama Sawit Indonesia dan Malaysia Bagus untuk Hadapi Perang Energi Dunia

MINGGU, 04 OKTOBER 2015 | 00:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kesepakatan dua negara produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia, Indonesia dan Malaysia, dinilai sebagai langkah yang bagus untuk menghadapi perang energi, terutama yang menggunakan bahan bakar nabati.

Bukan rahasia lagi, sejak beberapa dekade belakangan ini, negara-negara Barat yang terganggu dengan produksi CPO Indonesia dan Malaysia melancarkan kampanye hitam anti-sawit.

"Di belakang gerakan anti-sawit ini adalah persaingan produk nabati di dunia," ujar Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Maruli Gultom dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu malam (3/10).


Menurut Maruli Gultom, kerjasama Indonesia dan Malaysia itu adalah wujud nyata dalam membela eksistensi produk unggulan kedua negara di pasar dunia. Keberhasilan merangkul Malaysia, sebutnya, sangat strategis dalam membangun kekuatan untuk menghadapi gerakan anti-sawit.

Siang tadi, Menteri Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofjan Djalil menggelar pertemuan dengan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Amar Douglas Uggah Embas di Jakarta.

"Dengan terpadunya kekuatan Indonesia dan Malaysia, itu berarti 85 persen produsen CPO bisa bersatu dalam front melawan kampanye hitam Barat dan NGO-NGO yang mereka sponsori. Kalau Indonesia dan Malaysia disiplin, ini akan jadi kekuatan besar," ujarnya lagi.

Menurut Maruli negara-negara Barat sangat terganggu dengan produksi sawit yang mengalahkan kedelai sejak pertengahan 1980an lalu. Apalagi tidak dapat dipungkiri bahwa sawit adalah bahan yang paling murah dan paling baik untuk biodiesel. Kemarahan negara-negara Eropa diperlihatkan dengan melarang produk CPO masuk, seperti yang dilakukan Parlemen Uni Eropa tahun 2005.

"Kalau kita perhatikan kampanye lingkungan, pemanasan global dan perubahan cuacara berujung pada kampanye anti-sawit. Padahal penyebab itu semua adalah efek gas rumah kaca, bukan alih fungsi hutan," ujar Maruli Gultom lebih lanjut.

"Produksi CO2 mereka berlipat-lipat. Tetapi dibelokkan seolah-olah pemanasan global akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan, seperti perkebunan sawit. Ketahuan belangnya, mereka mau menyudutkan kita," kata Maruli lagi.

Koalisi industri sawit Indonesia dan Malaysia, masih menurut Maruli Gultom, akan bisa mengalahkan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang didirikan pada 2004. Organisasi di bawah sistem hukum Swiss dan beranggotakan berbagai pihak termasuk produsen dan NGO ini lebih sering digunakan pihak Barat untuk mendikte Indonesia dan Malaysia dalam hal pengembangan industri sawit.

"Kalau disipilin, Indonesia dan Malaysia bisa menggantikan peranan RSPO," demikian Maruli Gultom. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya