Berita

rizal ramli/net

Politik

Rupiah Melemah Harus Dipandang Sebagai Peluang

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Jika sebagaian besar khalayak menilai pelemahan rupiah membuat Indonesia masuk jurang krisis, hal berbeda justru diutarakan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli.

Menurutnya, nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 14.700 per dolar AS merupakan sebuah peluang yang bisa membuat produk-produk buatan Indonesia semakin kompetitif di pasar global dan domestik. Ini lantara harga produk lokal menjadi lebih murah.

"Rupiah melemah itu faktor bisa genjot ekspor kita," kata Rizal saat ditemui di sela hari batik nasional bertajuk "Pasar Raya Tribute To Batik Indonesia" yang digelar di Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10).


Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini kemudian mencontohkan dua negara Asia Timur, yaitu Jepang dan Tiongkok. Menurutnya, kedua negara industri besar Asia itu justru dengan sengaja melemahkan mata uangnya. Hal ini agar harga produk lokal menjadi murah di pasaran global.

Biaya produksi yang stabil dalam mata uang lokal yang melemah ditambah pembelian dalam bentuk valuta asing membuat penjualan produk lokal kedua negara itu ramai dibeli di pasar global.

"Jepang sengaja buat yen lemah, secara tidak langsung buat barangnya murah dan kompetitif. Begitu juga Tiongkok," sambung mantan Kepala Bulog itu.

Rizal melanjutkan, pelemahan rupiah tidak boleh dipandang sebagai sebuah krisis baru. Tapi harus dipandang sebagai sebuah peluang. Dalam hal ini kepemimpinan yang cerdas dan berani mengambil peluang sangat dibutuhkan.

"Krisis itu poin yang utama dengan opportunity," tandasnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya