Berita

johan budi/net

Johan Budi Mentahkan Indriyanto soal Rencana Memanggil Surya Paloh

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 09:39 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tegas membantah sudah akan memanggil Ketua Umum Partai Nasden

"Saya membantah dengan tegas bahwa rumor yang beredar selama ini bahwa KPK akan memanggil Pak Surya Paloh. Itu tidak benar, sampai hari ini tidak ada pemanggilan," kata Wakil Ketua KPK, Johan Budi, usai melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional di halaman Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta (Kamis, 1/10).

Johan melanjutkan, hal tersebut hanya isu belaka. Buktinya hingga saat ini belum ada pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk diperiksa di lembaga antirasuah sebab belum dibutuhkan.


"Sampai hari ini tidak ada pemanggilan. Karena dari kemarin kami ditanya, saya tidak tahu itu rumor dari mana soal pemanggilan. Sampai hari ini tidak diperlukan keterangan Pak Surya Paloh. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada pemanggilan itu," tukasnya.

Disinggung mengenai pemeriksaan Sekjen Partai Nasdem, Rio Capella yang sempat diperikaa oleh penyidik KPK, Johan berdalil bahwa pemeriksaan tersebut bukan karena jabatan Rio melainkan untuk dimintai keterangan mengenai kasus di Medan yang menjerat Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho beserta istri dan rekan satu partainya Otto Cornelia Kaligis.

"Kalau Pak Rio Capella pernah memang diperiksa sebagai saksi dan itu bukan karena jabatan yang bersangkutan tapi karena Pak Rionya sendiri dimintai keterangannya sebagai saksi kasus yang di Medan," pungkasnya.

Pernyataan Johan berbeda dengan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji. Johan mementahkan pernyataan Indriyanto yang mengatakan hingga saat ini KPK terus melakukan pendalaman untuk mencari tahu ada tidaknya keterkaitan pertemuan antara Gatot dan Surya Paloh dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Bahkan menurut dia pendalaman yang dilakukan tidak hanya pada keterkaitan pertemuan tersebut dengan kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan saja, melainkan juga dengan dugaan suap interpelasi yang pun tengah ditangani KPK.

"Kami masih periksa silang diantara para saksi untuk menentukan ada tidaknya keterkaitan suap, interpelasi, dengan apa latar belakang pertemuan tersebut," ucap Indriyanto. [ysa]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya