Berita

sya'roni/net

Politik

Saatnya Jokowi Pecat Darmin Nasution

RABU, 30 SEPTEMBER 2015 | 12:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekarang saat yang tepat untuk kocok ulang tim ekonomi Kabinet Kerja, terutama posisi Menko Perkonomian. Pasalnya, Darmin Nasution telah gagal menjadi komandan perbaikan ekonomi nasional.

"Untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, inilah saat yang tepat bagi Presiden Jokowi merombak kembali tim ekonomi. Darmin Nasution sudah tidak layak menjadi lokomotif tim ekonomi," ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut Sya'roni, memang tidak fair mengukur kinerja Darmin Nasution yang baru beberapa minggu di kabinet. Namun fakta di lapangan tidak boleh dipandang sebelah mata. Rupiah makin terpuruk, puluhan ribu buruh sudah di-PHK. Bahkan BPJS Ketenagakerjaan sudah mencairkan dana JHT buruh yang di-PHK hingga hampir Rp 2 triliun.


"Apakah harus menunggu rupiah Rp 25.000 per dolar AS? Apakah harus menunggu 1 juta buruh di-PHK? Sebelum ekonomi makin memburuk, sudah saatnya Presiden Jokowi bertindak," kata dia lagi.

Menurut hemat Sya'roni, mestinya mdengan kehadiran Darmin di tim ekonomi dapat membawa penyegaran pada kondisi ekonomi bangsa tetapi pada kenyataannya berbalik 180 derajat. Ekonomi malah makin memburuk.

"Tidak adanya terobosan yang brilian dari tim ekonomi menjadikan ekonomi Indonesia makin buram. Alih-alih mengajukan kebijakan yang kreatif, yang terdengar hanyalah suara-suara menyalahkan ekonomi global yang sedang melambat," kata Sya'roni.

"Kalau kerjaannya hanya meyalahkan ekonomi global yang sedang melambat tanpa ada terobosan-terobosan yang brilian, apa gunanya digaji mahal? Apa gunanya ratusan lulusan Phd di Menko Perekonomian dan Kementerian Keuangan? Mestinya sumber daya yang luar biasa ini bisa dimanfaatkan oleh Menko Perekonomian untuk menggerakkan roda perekonomian agar terhindar dari keterpurukan," katanya lagi.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Venezuela Kecam Keras Serangan Militer AS, Maduro Umumkan Darurat Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:56

Kemenimipas Siapkan 968 Tempat Kerja Sosial

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:41

Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:56

Parpol Pragmatis, Koalisi Permanen Tidak Mudah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:45

Pimpinan Ponpes Gontor Meninggal, Ini Jadwal Salat Jenazah dan Pemakaman

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:54

Sikap Parpol Dukung Pilkada Dilakukan DPRD Bisa Berubah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:20

Pemilu Digital: Upaya Memutus Tuntas Biaya Tinggi dan Akal-akalan Demokrasi

Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:30

Bank Mandiri Sinergi dengan Kemhan Bangun 5 Jembatan Bailey

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:55

Bulog Jamin Stok Beras di Sumatera Aman Usai 70 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:11

Motorola Umumkan Tanggal Peluncuran Razr Edisi Khusus Piala Dunia 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:56

Selengkapnya