Berita

darmin nasution/net

Spekulasi Darmin Nasution Diganti Setelah Bikin Jokowi Naik Darah

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 23:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo tanpa sungkan memperlihatkan dirinya kecewa. Kinerja menteri-menteri di bawah koordinasi Menko Perekonomian Darmin Nasution membuat Jokowi naik darah dan suaranya meninggi. Kemarahan Jokowi dimuntahkan dalam rapat terbatas di Istana Presiden, Jakarta, siang tadi (Selasa, 29/9).

Menurut Jokowi, menteri-menteri ekonomi lamban dan tidak cakap dalam memangkas berbagai prosedur yang memperlambat arus investasi.

Dia menegur langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution dan meminta agar tim ekonomi di bawah koordinasi Darmin Nasution segera membuat terobosan kendala akibat perizinan investasi. Laporan berbagai media massa mengatakan, kali ini nada suara Jokowi tak biasa.

Kemarahan Jokowi itu disambut berbagai spekulasi, termasuk dugaan Jokowi akan mengocok kembali susunan Kabinet Kerja.

Informasi dari kalangan Istana mengatakan, Jokowi memang sangat kecewa dengan performa Darmin Nasution yang sebelumnya disebut-sebut banyak kalangan sebagai figur yang paling pas untuk menduduki kursi Menko Perekonomian.

Darmin Nasution bergabung dengan Kabinet Kerja pada bulan Agustus lalu. Dia menggantikan Sofyan Djalil yang dialihtugaskan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Padahal sudah jelas, Jokowi mengharapkan keberanian Darmin mengambil langkah terobosan untuk menghadapi berbagai persoalan yang tak kunjung usai. Tetapi Darmin Nasution tak terbiasa melakukan terobosan. Dia dinilai banyak kalangan sebagai orang yang terlalu text book thinking dan bermental birokrat.

Salah satu pertanyaan yang juga berkembang adalah, apakah pantas dan elok Presiden Jokowi mengganti Darmin yang belum dua bulan jadi Menko Perekonomian.

Sementara kalangan menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa Jokowi harus jeli melihat persoalan. Kini nama baiknya dan nasib rakyat yang sedang dipertaruhkan. Bila dia dihadapkan pada pilihan, mempertahankan fihur yang tidak bisa bekerja di dalam kabinet dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat, semestinya dia bisa mengambil keputusan dengan jelas.

Waktu terus bergulir. Ulang tahun pertama pemerintahannya semakin di depan mata. Bila sampai 20 Oktober masih banyak centang perenang akibat ketidakcakapan menteri bekerja, maka yang rugi adalah Jokowi sendiri dan rakyat banyak.

Jadi untuk apa mempertahankan yang jelas-jelas tidak punya keberanian mengambil terobosan untuk mengatasi keadaan. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya