Berita

jokowi/net

Politik

Aneh, Jokowi Insinyur Kehutanan Tak Becus Urus Kebakaran Hutan

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 20:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelambanan pemerintah dalam menangani pembakaran hutan dan lahan disesalkan banyak pihak. Bukan hanya mengancam kesehatan, asap pekat akibat kebakaran hutan dapat mengganggu perekonomian masyarakat.

"Presiden Jokowi kan insiyur kehutanan, masa ngurusin kebakaran hutan gak beres. Harusnya beliau bisa lebih tahu solusi yang cepat menyelesaikan masalah ini," ujar Direktur Eksekutif Gaspol Indonesia, Virgandhi Prayudantoro, dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Dikatakan dia, akibat bencana asap ini negara harus menanggung kerugian sangat besar. Bukan hanya itu, ada sekitar 25,6 juta jiwa yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan harus rela setiap harinya menghirup kualitas udara yang sangat buruk.


"Sangat menyedihkan kondisi seperti ini terjadi berlarut-latur," ujarnya.

Dia mengingatkan Presiden Jokowi bahwa rakyat membutuhkan aksi tanggap dalam mengatasi kebakaran hutan dan asap. Sayangnya hingga saat ini penanganan yang digalakkan Jokowi yang insinyur kehutanan sangat tidak maksimal.

"Ini menjadi bukti bahwa pemerintah sangat lambat dalam menyelesaikan masalah ini padahal masih banyak tugas yang menunggu di depan," tutup Virgandhi.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya