Berita

Pemerintah, Bentuk Tim Investigasi Pembunuhan Salim Kancil!

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 19:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak pemerintah segera membentuk tim investigas pengusutan kasus penganiayaan dan pembunuhan petani penolak tambang di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur.‎

"Kami mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut dengan menegakkan hukum agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi," ujar Sekretaris FPKB DPR RI, Jazilul Fawaid, kepada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (29/9).

Penganiayaan terjadi pada Sabtu pagi (26/9). Petani yang tewas terbunuh yakni Salim Kancil. Dia dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan kepala desa dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Desa Selok Awar-Awar.


‎Salim dianiaya secara beramai-ramai dengan kedua tangan terikat. Setelah meninggal, mayatnya dibuang di tepi jalan dekat areal perkebunan warga.

‎Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis. Tosan dijemput paksa di rumahnya, dihajar beramai-ramai sebelum diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Jazil, sapaan Jazilul Fawaid, pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertanggung jawab dengan mengusut dan menuntaskan tragedi brutal ini. Apalagi kasus ini dipicu oleh penambangan pasir liar, kuat dugaan aparat kurang mengantisipasi bahkan "tutup mata" sehingga sadisme terjadi secara terbuka.

Pemerintah, kata Jazil, harus mengusut tuntas dengan menegakkan hukum yang setimpal agar tidak ada keberutalan yang sama kembali terjadi.

"Itu penting karena aparat di desa itu telah gagal melindungi warganya, sehingga aparat terkait juga harus disanksi. Negara ini negara hukum, bukan ‘hukum rimba’ dan main hakim sendiri," ujarnya kecewa.

Menurut Jazil, penganiayaan berujung tewasnya petani ini menjadi bukti negara telah abai dan tidak hadir menghadapi warganya yang sedang dianiaya oleh pelanggar hukum.

"Jadi, jangan sampai negara gagal dan abai terhadap seorang petani kecil  seperti Salim Kancil dan Tosan. Negara jangan sampai tidak hadir dan membiarkan tindakan yang biadab dan brutal itu," pungkasnya.[dem]


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya