Berita

jokowi-jk/net

Politik

Uchok Sky: Jokowi Bisa Direshuffle JK

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 20:17 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Bencana alam dan kemerosotan ekonomi yang menimpa belakangan ini menjadi peringatan bagi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) atas kepemimpinannya.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi menengarai, Jokowi-JK yang dilantik Oktober 2014 lalu akan jatuh jika tidak aktif menanggulangi situasi saat ini.

"Setiap kejatuhan presiden itu diawali elnino, tanda alam. Kekeringan, gagal panen. Soekarno turun ada elnino sebelumnya, Soeharto, Gus Dur, SBY ada elnino tapi dia bisa menanggulangi," bebernya dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat bertajuk 'Orang Miskin Bertambah Banyak' di resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta (Minggu, 27/9).


Karena itu, Uchok mengingatkan agar Jokowi bisa mencari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi, sebab dia menilai sejauh ini justru JK yang mendominasi kepemimpinan. Sebagai wakil presiden, JK justru memiliki kekuasaan lebih besar dari Jokowi.

"Jokowi harus berani menangani JK. Yang saya takuti malah JK mau reshuffle Jokowi, jadi Jokowi harus mengambil kepemimpinan politik," jelasnya.

Diungkapkan Uchok, menteri-menteri bidang ekonomi dalam Kabinet Kerja juga berada di bawah kendali JK. Oleh karenanya, jika Jokowi masih belum menunjukkan jati diri sebagai pemimpin maka tidak menutup kemungkinan banyak investor hengkang dari Indonesia.

"Semua menteri-menteri ekonomi itu di tangan JK. Investor juga takut sekarang masuk, Jokowi tidak punya leadership," tegasnya. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya