Berita

mahatir muhamad/net

Mahathir Mohamad: Ganti Rezim untuk Pulihkan Ekonomi

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 17:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 dan 1998 berbeda dengan krisis yang terjadi kini. Pada era 1997/1998 krisis dipicu oleh pelemahan nilai tukar akibat permainan spekulan valuta asing, sementar krisis ekonomi yang terjadi kini lebih merupakan akibat dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap rezim Najib Razak.

Demikian disampaikan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika bertemu dengan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu siang (27/9).

Dalam pertemuan itu Mahathir antara lain menjelaskan krisis politik dan krisis ekonomi di negeri jiran, Malaysia.


"Menurut saya jalan keluar dari krisis ini dan kunci untuk memperbaiki ekonomi adalah dengan mengganti Najib. Rakyat sudah tak percaya lagi padanya," ujar Mahathir.

Setelah mengganti rezim Najib, sambung Mahathir yang berkuasa di negeri tetangga antara 1981 sampai 2003, yang harus dilakukan adalah memperbaiki keadaan yang rusak selama Najib berkuasa.

Mahathir mengunjungi Jakarta untuk menerima Star of Soekarno dari YPS dan Universitas Bung Karno (UBK). Penghargaan akan diberikan pada Minggu malam (27/9) di Hotel Borobudur, Jakarta.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya