Lokasi tragedi Mina 2015, Jalan 2014, bukan jalan yang biasa digunakan jemaah haji asal Indonesia. Namun begitu ada juga jemaah haji Indonesia yang melintasinya saat aksi saling dorong terjadi Kamis pagi (24/9) dan menewaskan lebih dari 700 jemaah.
Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang sedang meninjau lokasi kejadian mengatakan dirinya bertanya kepada seorang jemaah haji asal Indonesia yang ada di lokasi saat tragedi terjadi.
"Pertanyaan saya, mengapa mereka pergi melontar sebelum jadwal yang disampaikan pemerintah?" ujar Saleh dalam perbincangan dengan redaksi.
Menurut sang jemaah haji, pagi hari itu mereka diminta sarapan di tenda. Sebelum sarapan, ada beberapa orang jemaah yang ingin segera melontar jumrah. Namun karena sarapan sudah disediakan, mereka menunda keberangkatan sampai selesai makan.
Setelah selesai makan, ada beberapa orang yang mengajak berangkat.
"Untuk kasus jamaah yang saya wawancarai itu, rombongan mereka ada sekitar 20 orang. Mereka berangkat bukan atas instruksi resmi dari PPHI. Mereka berangkat atas inisiatif sendiri. Sementara jadwal resmi jamaah Indonesia melontar adalah selepas subuh, sore hari, dan malam hari. Namun mereka tetap berangkat," cerita Saleh.
Menurut jemaah itu, isteri terjatuh di tengah kepanilan. Dia segera mengangkat sekuat tenaga dan membawa sang istri ke pinggir. Semua orang panik. Korban ada di mana-mana.
"Untungnya, ada jamaah asal Maroko yang membantunya mengangkat isterinya masuk ke tenda mereka. Di sanalah mereka berdiam sampai keadaan sedikit tenang. Selanjutnya, mereka kembali ke pemondokan mereka," demikian Saleh.
[dem]