Berita

Hukum

Tembakan Salvo Menambah Haru Suasana Pemakaman Bang Buyung

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2015 | 11:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sejumlah tokoh hadir dalam pemakaman secara militer terhadap advokat yang juga pembela hak azasi manusia, Adnan Bahrum "Buyung" Nasution, di TPU Tanah Kusir, Jakarta, tadi.

Menko Perekonomian Darmin Nasution berperan sebagai inspektur upacara Apel Persada. Selain Darmin, hadir Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshidiqie.

Juga tampak Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo;  Profesor Anwar Nasution; mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap, dan para rekan seprofesi almarhum seperti Todung Mulya Lubis dan Hotma Sitompul,


Jenazah pengacara senior yang biasa disapa dengan Bang Buyung itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir Blok AA2 Blad 7, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.25 WIB, di samping maka putra sulungnya yang wafat pada 2010 silam.

Bang Buyung layak mendapat pemakaman secara militer sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari negara pada tahun 1999. Ia juga pernah mengabdi sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2007-2009.

Pelayanan upacara militer dilakukan oleh pasukan Garnisun Tetap 1/Jakarta.

Suasana bertambah hening dan haru ketika penghormatan militer dilakukan. Satu kali tembakan salvo dari enam prajurit TNI berseragam lengkap terdengar. Tak sedikit dari para kerabat, kolega dan masyarakat umum yang mengenal sosok Buyung larut dalam tangis.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya menjadi suri tauladan bagi kita semua. Dan semaga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," ucap Darmin selaku inspektur upacara, sebelum penghormatan senjata dilakukan.

Kemarin, Bang Buyung meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 10.15 WIB, dalam usia 81 tahun. Sebelumnya, Almarhum menderita gagal ginjal, penyakit jantung dan darah tinggi. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya