Berita

Javier Tebas/net

Bola Bagus

Barca Terancam Didepak Liga Spanyol

Bertarung Tahun Depan
RABU, 23 SEPTEMBER 2015 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Barcelona dan Espanyol terancam bakal tersingkir dari pertandingan perebutan ge­lar juara Liga Spanyol jika Catalunya memutuskan merdeka dari Spanyol.

Hal itu diungkapkan Presiden Liga Spanyol (LFP) Javier Tebas. Menurutnya, dua tim tersebut kemungkinan tak bisa melanjutkan perjalanan mereka di La Liga. Wacana pemisahan Catalunya dari Spanyol kem­bali mencuat belakangan ini, dengan pemilihan presiden akan digelar akhir pecan ini. Sementara proses memerdeka­kan diri kini menjadi agenda penting para pemilih di ka­wasan tersebut.

Berita kemerdekaan Catalunya pun membuat banyak tokoh sepakbola ikut angkat bicara, diantaranya Pep Guardiola, Xavi Hernandez dan Gerard Pique yang secara terang-terangan mendukung pemisahan dari Spanyol.


Tak sedikit figur yang meng­klaim Blaugrana masih bisa tetap tampil di La Liga meski Catalunya akhirnya merdeka.

Tapi Tebas punya pendapat lain, yang ia sampaikan melalui akun Twitternya. "Jika Spanyol pecah, demikian juga dengan La Liga. Mari berharap semoga kita tak pernah mencapai situasi yang aneh tersebut," katanya.

Pernyataan Tebas bahwa Barcelona tidak akan bisa main di Liga Spanyol punya landasan hukum yang kuat. Perundang- Undangan Spanyol menyebut kalau kompetisi olahraga mer­eka hanya boleh diikuti klub-klub olahraga asal Spanyol. Pengecualian ada pada klub asal negara tetangga, Andorra, yang berlaga di level bawah liga.

Pernyataan tersebut menguat­kan opini Menteri Olahraga Spanyol Miguel Cardenal beber­apa waktu lalu. "FC Barcelona tak akan bisa melanjutkan kom­petisi di liga Spanyol. Aneh untuk berpikir bahwa jika Catalunya merdeka, klub bisa meminta didaftarkan oleh fed­erasi Spanyol," jelasnya.

Sementara, President Barca, Josep Maria Bartomeu mengaku enggan terlibat dalam politik jelang referendum. "Kami se­lalu bicara tentang olahraga. Kami tidak akan kampanye. Saya mengerti politikus harus melakukannya, tapi Barca akan menunjukkan kami netral," ujarnya.

Meski Barca bersikap netral, di beberapa kesempatan pen­dukungnya kerap melakukan kampanye mendukung kemerde­kaan. Dalam tiga tahun terakhir, pendukung Barcelona selalu menyanyikan yel-yel kemerde­kaan di menit 17 dan detik ke- 14. Itu merupakan simbol tahun 1714, tahun terakhir Catalunya merdeka sebelum berada di bawah kendali Spanyol.

Penduduk Barcelona akan melalukan pemilihan umum pada 27 September. Beberapa partai telah membentuk koalisi yang mereka sebut dengan Junts pel Si (Together for Yes). Koalisi ini mengampanyekan kemerde­kaan Catalunya dan diprediksi bisa menang karena dapat ban­yak dukungan dari publik.

Laman DailyMail melapor­kan, para pemimpin Koalisi Together for Yes mengklaim akan mendeklarasikan kemerde­kaan 18 bulan setelah memenan­gi pemilu. Terdepak dari La Liga bisa mendatangkan kerugian besar untuk Barcelona. Selain akan kehilangan uang hak siar yang jumlahnya sangat besar, Blaugrana juga tidak akan bisa bertarung di kompetisi dengan level yang tinggi.

Hal yang sama akan dirasakan La Liga jika sampai kehilangan Barcelona. Tanpa Barca, Liga Spanyol akan dimonopoli satu tim saja yaitu Real Madrid. Liga yang kurang kompetitif akan membuat mereka bisa kehilan­gan banyak uang dan sponsor. Bagaimanapun, Barca jadi salah satu daya tarik terbesar Liga Spanyol. ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya