Berita

Hukum

Gayus Harus Dimiskinkan dan DiKirim ke Sel Khusus

SELASA, 22 SEPTEMBER 2015 | 19:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aksi keluyuran narapidana Gayus Tambunan menunjukkan kelemahan sistem di lembaga pemasyarakatan. Untuk itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly diminta untuk segera membenahinya.

"Ini (Kasus Gayus) menjadi tugas besar Pak Menteri membenahi sistem di Lapas. Perlu dibenahi sistem berkaitan standar pengawasan, dan mentalitas aparaturnya," ujar anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, kepada media sesaat lalu, Selasa (22/9).   

Jika kedua hal itu tidak diperbaiki, sebut Masinton, maka persoalan napi bisa keluyuran seperti Gayus akan terus terjadi.


"Mentalitas suap sudah tidak boleh ada. Ini harus jadi perhatian khusus, jangan mudah disuap. Karenanya perlu ada sanksi yang tegas," imbuhnya.

Bukan hanya petugas, Masinton yang politisi PDIP mengatakan, Gayus juga perlu kenai sanksi berat. Pasalnya, Gayus bukan kali ini saja berulah. Meski berstatus tahanan, dia pernah keluyuran nonton kejuaraan tenis internasional di Bali dan berwisata ria ke Macau.

"Gayus harus ditaruh di tempat khusus. Gayus harus diisolasi sehingga tidak jadi contoh ke yang lain. Harus dijauhkan dari interaksi apapun, jangan diberikan kemudahan fasilitas," usulnya.

Lebih lanjut Masinton menyorot harta milik hasil korupsi yang dimilik Gayus. Menurut dia harus ada perhatian khusus karena menurut dia Gayus selama ini mendapatkan berbagai 'keistimewaan' bisa jadi karena masih bisa membelinya dari petugas.

"Gayus ini belum miskin. Baru setengah hartanya yang disita, malah jangan-jangan baru sebagian kecilnya saja yang disita," tukasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya