Berita

foto/net

Politik

KPK Segera Usut Dugaan Gratifikasi Rombongan Haji DPR

SELASA, 22 SEPTEMBER 2015 | 10:52 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut dugaan gratifikasi yang diduga melibatkan Ketua DPR, Setya Novanto dan wakilnya Fadli Zon. Hal ini terkait perjalanan haji keduanya bersama beberapa anggota dewan yang lain atas undangan Raja Salman dari Arab Saudi.

"Kami akan selidiki dulu dugaan itu," kata Pelaksana Humas KPK Yuyuk Andrianty ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (22/9).

"Masih dirapatkan dengan para pimpinan KPK. Jika mereka sudah oke, segera kami kabarkan," lanjutnya.


Sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, pemberian tiket perjalanan, uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan, serta fasilitas lain yang diberikan cuma-cuma, dapat didefinisikan sebagai gratifikasi.

Sementara dalam pasal 12 dijelaskan bahwa gratifikasi merupakan pemberian kepada penyelenggara negara di dalam negeri maupun di luar negeri serta dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Staf khusus pimpinan DPR, Nurul Arifin telah membenarkan bahwa kepergian pimpinan DPR beserta rombongan melaksanakan ibadah haji dilakukan atas undangan pihak Kerajaan Arab Saudi. Mereka menetap di Mekkah sejak tanggal 19 September lalu dan berangkat ke Arab dengan menggunakan maskapai Saudi Airlanes.

Selain beribadah haji, beberapa agenda lain juga akan mereka lakukan di sana. Rombongan akan meninjau pelaksanaan haji dan beberpa jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di Mekkah beberapa waktu lalu.

Rombongan ini dijadwalkan kembali ke tanah air pada 28 September mendatang. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya