Berita

Pius Ginting/net

Walhi Tuntut Perusahaan Yang Danain Pemadapan Api Bukan Duit Rakyat

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015 | 14:47 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta para pengusaha kawasan hutan untuk bertanggung jawab secara independen tanpa menggunakan anggaran negara dalam menanggulangi kebarakaran hutan.

"Kami masyarakat publik logis meminta tanggung jawab ke koorporasi (perusahaan). Penanggulangannya tidak menggunakan pendapatan negara, perusahaan wajib dituntut untuk menanggulangi ini sendiri," kata Direktur Kajian Walhi, Pius Ginting dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat bertema 'Republik Dibekap Asap' di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat (Minggu, 20/9).

Pasalnya, Pius menilai ketika perusahaan meraup keuntungan dari sumer daya alam yang ada di hutan, perusahaan lah yang mendapatkan untung untuk mereka sendiri.


Namun, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat ini. Pemerintah dengan menggunakan anggaran pendapatan negara yang diperoleh dari mayarakat mengurusi kebakaran hutan.

Padahal, lanjut Pius, setiap perusahaan memiliki asuransi untuk menghadapi permasalahn tersebut.

"Semua perkebunan rata-rata semua diasuransikan, jadi perusahaan akan di-cover oleh asuransi. Kalau nggak mampu menanggulangi, lebih baik izin kerjanya dicabut aja biar tahun depan nggak terulang lagi," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya