Berita

saleh daulay-lukman/net

Timwas Haji DPR: Pemerintah Segera Kordinasi dengan Arab Saudi Pastikan Santunan Korban Crane

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015 | 15:31 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI berharap pemerintah segera berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait dana santunan yang akan diberikan bagi  korban jatuhnya crane di Masjidil Haram.

Seperti diberitakan, kantor berita resmi Arab Saudi menyatakan kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan santunan asuransi sekitar 1.000.000 riyal Saudi atau sebesar Rp 3,8 miliar bagi jamaah yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram.

"Kami melihat bahwa musibah tersebut tidak lepas dari kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Maka kami meminta segera memverifikasi secara valid akan kebenaran pemberian bantuan santunan dari Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdul Aziz Hafidzahullah," ujar Wakil Ketua Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan di Arab Saudi.


Dengan adanya  konfirmasi dari Pemerintah Arab Saudi, terang Ketua Komisi VIII DPR RI ini, bisa membuat kepastian bagi para keluarga korban untuk menerima bantuan santunan.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia belum mendapatkan pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait kompensasi bagi jamaah yang menjadi korban jatuhnya crane.

"Pemerintah berharap pemerintah  Arab Saudi bisa segera merealisasikan hal itu sesegera mungkin sebagai konpensasi bagi keluarga korban," terang Lukman Hakim.

Jatuhnya crane di Masjidil Haram menyebabkan 11 orang jamaah haji Indonesia meninggal dunia dan puluhan korban lainnya terluka. Tim Pengawas Haji DPR RI akan menyebar tim untuk melakukan pengawasan kinerja pemerintah dan peninjauan langsung guna peningkatan pelayan ibadah haji tahun mendatang. [ysa]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya