Berita

foto:dok

Bisnis

Aku Mengajar, Penghubung Urban Perkotaan dengan Anak-anak Kurang Beruntung

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 09:24 WIB | LAPORAN:

Jurang yang cukup jauh di bidang pendidikan anak-anak sulit menjadikan kualitas anak Indonesia merata.

Untuk itulah Aku Mengajar didirikan karena jurang kesenjangan dalam soal pendidikan dan juga kesehatan terhadap anak tak mampu kian memprihatinkan.

"Dalam soal pendidikan misalnya, ada dari keluarga mampu, bahkan bisa menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, sedangkan banyak juga anak-anak dari keluarga miskin yang akhirnya putus sekolah," jelas founder dan Koordinator Nasional 'Aku Mengajar', Ikhsan Tualeka dalam keterangan persnya, Senin (14/9).


Menurutnya, Aku Mengajar hadir untuk menjadi semacam wadah, atau katalisator guna menghubungkan urban perkotaan, profesional muda, seperti; dokter, karyawan, pengusaha, artis, pilot, ibu rumah tangga, pegawai pemerintahan, dengan anak-anak dari komunitas yang kurang beruntung.

"Jika tidak bisa mengajar setiap hari, mungkin seminggu sekali, atau sebulan sekali, enam bulan sekali atau setahun sekali, atau bahkan seumur hidup sekali, paling tidak dalam hidup pernah berbagi dengan orang lain, khususnya dengan anak-anak yang kurang beruntung yang ada disekitar kita," terangnya.

Ia berharap semua pihak bergabung mengajar dan menyatu dengan anak-anak jalanan. Caranya dengan mendaftar, kemudian pihaknya akan tentukan di mana lokasi mengajar dan berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung.

"Apa pun profesi anda, pengusaha, artis, pengacara, dokter, jurnalis, karyawan, pegawai pemerintahan, ibu rumah tangga, silahkan bergabunglah dengan 'Aku Mengajar ' setiap satu minggu sekali. Buatlah pengalaman pertama mu menjadi seorang pengajar," sambungnya.

Sekedar info, beber Ikhsan, Aku Mengajar mempunyai program mengajar dan bertujuan meningkatkan kapasitas anak-anak dari kalangan kurang beruntung.

"Juga mengajar remaja untuk mengenal dan menjadi wirausaha, Pertukaran pengajar antar daerah, wisata edukasi dan solidaritas, serta pengobatan dan rujukan kesehatan," urainya.

Salah satu kegiatan Aku Mengajar seperti digelar pekan lalu, mereka menggandeng seorang warga negara Perancis, di mana anaknya bernama Jean Paul dan Louis tengah berulang tahun ke 6 untuk dan ke 9.


"Kebetulan hari minggu ini ada warga negara Prancis dimana anaknya ulang tahun. Ia ingin berbagi kasih dan berinteraksi dengan para anak jalanan," ujar aktivis Aku Mengajar, Athika saat berbincang dengan wartawan, di tempat pengepul barang bekas di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Kedua anak warga negara Prancis ini sengaja menemui anak-anak jalanan sekaligus ingin mengetahui dan mencoba untuk berbaur dengan kehidupan mereka. Tidak hanya itu, pasangan warga negara Perancis itu juga ingin melihat bagaimana kehidupan anak-anak jalan dan sistem pendidikannya di Indonesia, agar menjadi pengalaman di negaranya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya