Berita

foto:rmol

Dosen Kopertis IX Sulawesi Maroton Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 10:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Salah satu rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan metode Training of Trainers ( ToT) atau pelatihan untuk pelatih yang diikuti sekitar 100 dosen perguruan tinggi swasta kerjasama MPR RI dengan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, di Kota Makassar yang digelar maraton dari 10-14 September 2015, hari ini (Jumat, 11/9 ) memasuki sesi penyampaian materi Empat Pilar MPR.

Sesi penyampaian materi dibagi menjadi empat bagian.  Bagian satu dibawakan oleh anggota Fraksi Golkar MPR, Hardisoesilo dana anggota Fraksi PKB MPR, Mohammad Toha yang membawakan materi soal tantangan kebangsaan (internal dan eksternal), kedudukan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, perumusan Pancasila sebagai dasar negara, sejarah pembentukan BPUPKI, dan prinsip-prinsip nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Bagian kedua disampaikan oleh pimpinan Fraksi PPP MPR Zainutauhid Sa'adi dan Anggota Fraksi Golkar MPR Deding Ishak dengan membawakan materi soal lembaga-lembaga negara RI.  Bagian ke tiga dibawakan oleh Anggota Fraksi PKS MPR Hermanto, dengan membawakan materi pemerintahan daerah, HAM, agama, pertahanan dan keamanan negara, pendidikan dan kebudayaan dan perekonomian nasional.


Bagian keempat dibawakan oleh pimpinan Fraksi Demokrat MPR Khotibul Umam Wiranu dan Anggota Fraksi Hanura MPR Mohammad Farid al Fauzi dengan membawakan materi soal bendera, bahasa, lambang negara, lagu kebangsaan, perubahan UUD, aturan peralihan dan aturan tambahan, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan TAP MPR.

Setelah sesi pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok, sesi simulasi serta tanya jawab dan terakhir kesimpulan serta penutupan resmi oleh Pimpinan MPR.

Di sela-sela penyampaian materi, anggota Fraksi Golkar, Hardisoesilo mengemukakan suatu kehormatan bagi para dosen untuk melanjutkan pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR kepada generasi muda bangsa.

"Ini yang harus dicamkam betul-betul kepada generasi muda bahwa proses kemerdekaan bangsa oleh para pendiri bangsa kita adalah tidak mudah, tidak sederhana.Semua melalalui proses panjang serta pemikiran yang sangat tepat dan lama serta dengan ketelitian yang sangat sempurna. Jadi, generasi muda yang sekarang menikmati kemerdekaan harus mengisinya dengan benar serta dengan rasa nasionalisme yang tinggi," tukasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya