Berita

rizal ramli/net

Politik

TOKEN LISTRIK

Rizal Ramli: Saya Minta Dirut PLN agar Tidak Banyak Potongan

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 11:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta semua pihak agar tidak membenturkan dirinya dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir.

Demikian diungkapkan RR sapaan akrab Rizal Ramli di sela-sela Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI dengan agenda Pembicaraan TK I/Pembahasan RUU tentang APBN 2016, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 9/9).

"Saya kira jangan ngadu-ngadu," kata RR saat ditanya soal Dirut PLN yang minta bukti adanya dugaan praktik mafia di bisnis listrik prabayar.


Jelas RR, pada sebuah rapat, Dirut PLN mengaku akan menurunkan dan mengupayakan agar rakyat bisa dapat listrik yang lebih banyak untuk Rp 100 ribu.

"Saya minta Dirut PLN cari jalan bagaimana jangan terlalu banyak potongan. Pada waktu itu Dirut PLN menyanggupi," terang RR singkat.

RR menduga ada permainan mafia di bisnis listrik isi ulang atau prabayar yang dijalankan PLN. Pasalnya, nilai manfaat riil yang diterima masyarakat dari nominal pulsa listrik yang dibelinya hanya sekitar 70 persen.

"Mereka (masyarakat) beli pulsa Rp 100 ribu ternyata listriknya hanya Rp 73 ribu. Itu kan kejam sekali, 27 persen disedot oleh provider yang kalau boleh dibilang setengah mafia. Untungnya besar sekali," kata RR.

Menurutnya, ada permainan monopoli di PLN selaku penyedia layanan (provider) yang mengakibatkan ada kewajiban bagi masyarakat untuk beralih ke meteran prabayar. Padahal, membeli token listrik prabayar tidak semudah membeli pulsa telepon.[ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya