Berita

Masalah Pilkada Belum Selesai, KPU Terpecah-belah

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 22:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rangkaian pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 sudah bergulir. Nama-nama para calon kepala daerah beserta nomor urut yang akan digunakan selama kampanye dan pemilihan sudah terpampang. Artinya, mereka sudah lolos verivikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan diizinkan mengikuti tahapan kampanye serta pemilihan pada 9 Desember nanti.

Meski tahapan pemilu sudah berjalan, namun masih ada sejumlah persoalan yang ditemukan jelang berlangsungnya pilkada serentak. Persoalan itu antara lain menyangkut dualisme dukungan partai politik terhadap calon kepala daerah. Di Sulawesi Barat, ditemukan adanya partai politik yang memberikan dukungannya kepada dua calon kepala daerah.

Lebih buruk lagi karena situasi ini menyebabkan KPU setempat terpecah. Mereka bahkan melakukan voting untuk menentukan calon mana yang diterima, meski akhirnya Bawaslu turun tangan dan menganulir keputusan KPU.


Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Badan Anggaran MPR RI Muhammad Asri Anas saat menjadi narasumber pada acara dialog pilar negara. Acara tersebut berlangsung di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 7/9). Asri menjadi pembicara bersama peneliti Senior LIPI R. Siti Zuhro Asril membahas tema 'Etika Politik Pemilukada'.

Selain persoalan di tingkat penyelenggara, menurut Asril pilkada 9 Desember juga tandai ketidaksiapan partai politik. Sebagai bukti ketidaksiapan parpol jelang pilkada serentak adalah adanya partai yang memberikan dukungan kepada dua calon.

"Temuan lain menyangkut pilkada serentak adalah proses penyaluran dana desa, yang diembel-embeli sebagai bantuan kepala daerah, dan ini jelas-jelas tidak sehat," kata Asril menambahkan.

Asril berharap parpol bisa mengambil banyak pelajaran pada pelaksanaan pilkada serentak tahap pertama. Ini penting agar pada pelaksanaan pilkada berikutnya tidak ada lagi kesalahan yang sama.

Sedangkan peneliti senior LIPI R. Siti Zuhro mengatakan tidak ada yang bisa menjamin bahwa pelaksanan pilkada serentak bisa berlangsung tanpa pelanggaran hukum. Pertanyaan ini muncul karena selama pentahapan awal pilkada saja ada banyak persoalan yang ditimbulkan oleh partai politik. Bahkan bukan saja partai yang bermasalah, tapi juga partai yang tidak berpersoalan.  

Persoalannya akan semakin pelik, karena awal 2016 Indonesia harus menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Pada saat bersamaan, tahapan sengketa pilkada juga akan segera masuk ke persidangan.

"Harus diakui di tataran legal frame masih ada persoalan yang belum selesai, tapi mau atau tidak pilkada harus tetap jalan," kata Siti Zuhro menambahkan.

Kini bangsa Indonesia hanya bisa berharap, semoga para calon yang diakukan partai, mereka adalah orang-orang terbaik yang pantas memimpin daerah. Jangan sampai karena mekanisme pencalonannya bermasalah, sehingga pemimpin daeran yang terpilih pun sarat masalah. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya