Berita

zulkifli hasan/net

Lagu "Salam Gigit Jari" Diperdengarkan ke Zulkifli Hasan

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 13:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima delegasi buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III Lantai 9, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 7/9). Delegasi buruh dipimpin Ketua Umum SBSI Muchtar Pakpahan.

Sebelum memulai pertemuan, para buruh yang hadir menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dilanjutkan lagu "Salam Gigit Jari" ciptaan Muchtar Pakpahan.

Dijelaskan Muchtar bahwa dulu ketika mendukung Jokowi, buruh beramai-ramai menyanyikan lagu "Salam Dua Jari" yang populer. Sekarang, buruh mengubahnya menjadi "Salam Gigit Jari" sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Jokowi.


Inilah sepenggal liriknya, "Salam dua jari, buruh pilih Jokowi. Buruh makin sedih bila ingat janji-janji. Nyatanya hingga kini janji tinggal janji. Yang didapat buruh salam gigit jari".

Menurut Muchtar Pakpahan, ada janji-janji Jokowi untuk perbaikan nasib buruh, namun nasib buruh makin terpuruk dan tidak ada perbaikan.

"Melalui Pimpinan MPR, kami minta Ketua MPR mengingatkan presiden untuk memenuhi janji-janjinya," katanya.

Selanjutnya Muchtar mengungkapkan kekecewaan terhadap kondisi yang dihadapi buruh saat ini. Dia mencontohkan pemberangusan terhadap serikat buruh yang semakin meluas, buruh banyak yang di-PHK dan dirumahkan, membanjirnya tenaga asing karena kemudahan masuknya tenaga kerja asing, hingga merajalelanya korupsi.

"Itulah latar lahirnya lagu 'Salam Gigit Jari'," katanya.

Menanggapi keluhan delegasi SBSI tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan bahwa ekonomi Indonesia memang sedang mengalami pelambatan. Rupiah sudah Rp 14.000 lebih per dolar AS. Sudah terjadi pengurangan kerja di perusahaan-perusahaan.

"Dalam situasi sulit ini kita ingin membantu pemerintah. Kalau pemerintah jatuh, kita semua yang sengsara. Akan terjadi chaos. Resikonya seperti terjadi di Uni Soviet yang terpecah belah. Apa kita mau seperti itu? Pendeknya kita mendukung pemerintah," kata Zulkifli.

Mengenai tenaga kerja asing, Zulkifli mengaku sudah bertanya langsung kepada Presiden Jokowi.

"Yang dimaksud presiden menandatangani MoU untuk mendatangkan 10 juta wisatawan Tiongkok bukan mendatangkan 10 juta tenaga kerja," demikian Zulkifli yang juga ketum PAN itu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya