Berita

ruhut sitompul/net

Ruhut Sitompul Dukung Kejagung Tuntaskan Kasus Victoria

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 13:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mendukung Jaksa Agung, HM Prasetyo untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi dugaan korupsi pembelian hak tagih (Cessie) Bank BTN pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang sudah ditangani Kejagung.

"Saya mendukung langkah Jaksa Agung dalam pengembangan kasus ini. Jangan takut," tegas Ruhut di sela-sela rapat Komisi III dengan Kejaksaan Agung, di gedung DPR, Senayan Jakarta (Senin, 7/9).

Ruhut mengaku salut dengan pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo yang meminta pihak-pihak yang keberatan dalam penggeledahan di PT Victoria Securities Indonesia (VSI), untuk melakukan perlawanan.


‎"Saya salut jawaban beliau waktu dipanggil (pimpinan DPR), beliau mengatakan kalau memang keberatan, ya silahkan ajukan praperadilan. Ini saya salut," tukasnya.

Seperti diwartakan, penggeledahan yang dilakukan Tim Kejagung terkait kasus pembelian aset Bank Tabungan Negara (BTN) melalui BPPN ternyata salah alamat. Tim Satuan Tugas Khusus seharusnya menggeledah ke Victoria Securities International Corporation (VSIC), bukan PT Victoria Securities Indonesia. Manajemen PT VSI mengadu ke DPR, karena penggeledahan itu tidak sesuai dengan surat penetapan yang telah dikeluarkan pengadilan. Manajemen PT VSI menjelaskan usaha mereka tidak ada keterkaitan dengan Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC) yang berbadan hukum asing.

Dalam surat penggaduan diungkapkan pula surat izin penggeledahan yang diterbitkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hanya mengizinkan penggeledahan di kantor VSIC di Panin Bank Center Lt 9 Jl Jenderal Sudirman, Kav I Senayan, Jakarta. Serta kantor VS di gedung yang sama. Praktikya, justru di kantor VSI Senayan City, Panin Tower lantai 8 Jalan Asia Afrika yang digeledah. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya