Berita

zulhas-Bobaish/net

Tunjukkan Toleransi Kehidupan, Ketua MPR Undang Parlemen Kanada Berkunjung

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 12:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengucapkan selamat datang saat Duta Besar Kanada Donald Bobaish saat berkunjung ke ruang kerjanya, lantai 9, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 7/8).

"Terima kasih atas kedatangan yang mulia," ujarnya sambil berjabat tangan dengan Donald Bobaish.

Menurut Zulkifli, hubungan antara Indonesia dan Kanada tidak hanya antar pemerintah namun juga antar parlemen. Untuk meningkatkan hubungan antar parlemen, Zulkifli menginginkan agar Parlemen Kanada berkunjung ke Indonesia.


Dipaparkan oleh pria yang juga ketua umum PAN itu, meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam namun pemeluk Islam di Indonesia berbeda dengan pemeluk Islam di negara lain, terutama Timur Tengah.

"Kami ingin mengundang Parlemen Kanada agar tahu persis bagaimana Islam di sini," ujarnya.

Di Indonesia, menurut Zulkifli, antar agama bisa hidup berdampingan, rumah ibadah juga saling berdekatan, semua tak masalah. Ia mengambil beberapa contoh, seperti di Jakarta yang memiliki gubernur seorang keturunan Tionghoa, di NTT yang mayoritas Katolik punya Ketua DPRD seorang muslim. Hal demikian merupakan sebuah bukti adanya toleransi dalam kehidupan.

Meski demikian, Zulkifli mengakui masih ada masalah-masalah kerusuhan yang bernuansa suku dan agama seperti di Tolikara, Papua.

"Untuk itu, kita teruskan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli memaparkan bahwa lembaganya mempunyai tugas penting yakni mengawal ke-bhinneka-an. Apapun suku dan agama di republik ini, menurut Zulkifli, memiliki hak yang sama, tak ada UU yang mendiskriminasi satu pihak.

Sementara mengenai keragaman suku dan agama, bagi Zulkifli sudah selesai sejak Indonesia merdeka. Tantangan yang di hadapi saat ini adalah soal kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia, serta mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, seperti Kanada.

"Itulah tantangan kami dan itu tugas MPR," demikian Zulkifli. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya