Berita

PKB Minta Setnov dan Fadli Zon Buka Percakapan dengan Donald Trump

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 09:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto dan rombongan dengan salah satu bakal calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, harus disampaikan secara terbuka ke publik. Sehingga terlihat jelas pertemuan tersebut ada manfaat bagi dua negara.‬

‪"Seluruh pembicaran bersama Trump harus diekspos publik. Karena sekarang tidak clear dan mereka harus sampaikan apa agenda pembicaraan, capaian serta targetnya. Ini kan tidak ada? Serta kepentingannya apa hadir dalam acara semacam itu," kata anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yanuar Prihatin, beberapa saat lalu (Senin, 7/9).

‪Dirinya berharap Setnov dan Fadli Zon bersikap jujur dalam bertemu Donal Trump. Apakah memanfaatkan untuk kepentingan publik atau kelompok tertentu saja. Terutama dalam mempelajari visi dan misi Donal Trump dalam pencalonan Presiden AS.


‪"Apa mereka tidak mengerti berkaitan dengan Donal Trump itu siapa dan Partai Republik. Serta kebijakan terhadap Timur Tengah itu apa, kebijakan dengan Indonesia dan Amerika. Terutama sejumlah perusahaan Amerika di Indonesia dan apa yang diperjuangkan. Jangan memanfaatkan kepentingan kelompok," terangnya.‬

‪Selanjutnya ia meminta Sekiranya pertemuan Setnov dan Trump memiliki efek negatif kepada Indonesia. Ia meminta Setnov harus bertanggung jawab. Sementara itu, seluruh anggota DPR harus berperan proaktif menyikapi pertemuan tersebut.‬

‪"Selain petisi, Dewan Kehormatan DPR agar menindak secara proaktif. Selanjutnya meminta Setnov mundur sebagai ketua dpr jika terbukti bahwa memberikan efek negatif dan kepentingan politik," tukasnya. [ysa]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya