Berita

Bambang Sadono

Seni dan Budaya Adalah Media Strategis dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2015 | 08:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) sangat perlu untuk dipahami dan diamalkan oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia. Dengan berbagai metode yang efektif dilaksanakan MPR seperti melalui seminar, diskusi, pelatihan untuk pelatih.

Tapi, tidak semua rakyat memahami soal metode sosialisasi seperti diskusi dan seminar. Metode penyampaian perlu dikembangkan untuk memberikan pemahaman soal ketatanegaraan kepada rakyat dengan media komunikasi yang efektif yakni dengan metode pagelaran seni budaya.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Kajian MPR RI Bambang Sadono dalam acara Pagelaran Seni Budaya Warahan kerja sama Dinas Pariwisata Pemprov Lampung dan MPR RI dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Taman Budaya Pemprov Lampung, Sabtu malam ( 5/9 ).


Bambang menjelaskan, setiap provinsi di Indonesia memiliki ciri khas seni dan budayanya, seperti pertunjukan wayang, seni tari, seni teater dan seni budaya warahan Lampung. Warahan adalah pagelaran seni percampuran antara teater, seni tari dan seni sastra berisi nasehat dan wejangan baik diselipi candaan dan pantun.

Seni dan budaya, menurut Bambang, adalah media strategis dalam pemyampaian pemahaman soal Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Seni seperti Warahan ini memiliki bahasa komunikasi yang sangat dimengerti dan dipahami rakyat sehingga diharapkan pesan-pesan soal Empat Pilar MPR bisa dengan mudah sampai dipahami rakyat," ujarnya.

Pagelaran seni dan budaya seperti Warahan Lampung, lanjut Bambang, bermaksud Ingin mengingatkan kembali komitmen kebangsaan anak bangsa soal komitmen kepada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan kembali ini bukan tanpa maksud, kita harus menyadari makna dari empat pilar itu sedalam-dalamnya dan juga tekad bulat untuk mengamalkannya.

MPR memandang sangat perlu soal pemahaman nilai-nilai luhur bangsa tersebut ke seluruh elemen bangsa sehingga MPR tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi di segala elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga komitmen kebangsaan itu.

"Ke depan kami berharap para seniman untuk lebih berkiprah serius dalam menjaga komitmen kebangsaan kita," katanya.

Seperti dalam rilis Humas MPR, acara ini juga dihadiri Pimpinan Fraksi PDIP MPR Yoseph Umar Hadi, Pimpinan Fraksi Nasdem MPR Tamanuri, Pimpinan Fraksi Hanura MPR Djoni Rolindrawan, Pimpinan Fraksi Gerindra MPR  Dwita Ria Gunadi, Pimpinan Fraksi PKS MPR Abdul Hakim, Pimpinan Fraksi Demokrat MPR Zulkifli Anwar dan Pimpinan Fraksi PAN MPR Ali Taher serta pejabat teras Pemprov Lampung dan sekitar 300 penonton dari berbagai kalangan masyarakat.

Pagelaran Warahan ini sendiri digelar tepat pukul 20.00 WIB dengan lakon "Siapa Yang Menabur Dia Yang Menuai". Alur kisah ini menceritakan tentang seorang petani bernama Mandok yang sangat rajin sehingga menuai kesuksesan. Tapi, kesuksesan ini membuat iri dan dengki tetangganya hingga mempersulit kehidupan pak Mandok dengan berbagai cela dan fitnah. Kisah ini akhirnya berakhir dengan terkuaknya siapa dalang fitnah kepada pak Mandok. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya