Italia nggak peduli dengan gol tunggal yang menganÂtarkan kemenangannya atas Malta dianggap kontroÂversi. Bagi Azzurri bisa menang di laga kualifikasi Euro 2016 adalah yang terpenting.
Dalam pertandingan di Stadio Artemio Franchi, Florence, kemarin. Italia memetik kemeÂnangan tipis 1-0 atas Malta. Gol tunggal kemenangan Azzurri dicetak Graziano Pelle pada menit ke-69. Dengan hasil ini, mereka memiliki poin yang sama denÂgan Krosia, yang di pertandinÂgan lain hanya bermain imbang 0-0 kontra Azerbaijan.
Meski hanya mencetak satu gol dan banyak kehilangan kesempatan, buat pelatih timnas Italia Antonio Conte, itu merupaÂkan prestasi yang membanggaÂkan. Laman Soccernet mencatat, Italia tampil dominan dengan melepaskan sebanyak 13 tendanÂgan percobaan, tujuh mengarah ke gawang. Sementara itu, Malta cuma bisa tiga kali melakukan tiga tendangan, yang cuma satu tepat ke gawang.
Satu-satunya gol Italia di laga ini dinilai berbau kontroversi karÂena ada kemungkinan bola sempat menyentuh tangan Pelle, yang mencetak gol dengan dada.
"Satu-satunya hal yang pentÂing adalah menang. Kami berada di puncak klasemen dan semoga bisa mendapatkan kemenangan lain saat menghadapi Bulgaria," kata Conte dikutip
Rai Sport. Malahan, Conte menyebut Pelle sebagai panutan untuk genÂerasi mendatang. "Saya berharap Graziano akan terus tampil bagus. Ia sudah tumbuh dari pengalaÂman internasional yang penting. Ia kembali sebagai pesepakbola yang berbeda," ujarnya.
Pelle mengawali kariernya di Lecce tempatnya dipinjamkan ke sejumlah klub di Serie B. Pada 2007, dia hijrah ke Belanda untuk membela AZ Alkmaar, sebelum kembali ke Italia pada 2011 untuk membela Parma.
Sempat dipinjamkan lagi ke Sampdoria, Pelle kemudian hijrah lagi ke Belanda di tahun 2013. Ia bergabung dengan Feyenoord, membuat 50 gol Eredivisie dalam 57 laga sebeÂlum hijrah ke Southampton di 2014. Bersama Southampton, Pelle membuat 16 gol pada musim 2014/2015. Di Premier League musim ini Pelle sudah mencetak dua gol.
"Kami berharap contoh dari Pelle akan menguntungkan seÂmua pemain," tutur Conte.
Pelle bilang, laga seharusnya bisa berjalan lebih nyaman anÂdai gol tersebut tiba lebih dini, karena dengan begitu Malta akan mulai bermain terbuka lebih cepat. "Ini adalah laga sulit melawan Malta. Sepakbola telah merata saat ini dan setiap kemeÂnangan dipetik dengan berat," ujarnya dikutip
Football Italia. Masalah gol yang kontroversi, penyerang Southampton itu tak mau banyak komentar, yang berhak menentukan keabsahan gol itu hanyalah penyelengÂgara. Malah, dia mengaku lupa bagaimana gol itu bisa tercipta. "Saya tidak ingat. Saya harus melihat video rekamannya," jelasnya.
Saat ini Italia menduduki posisi puncak Grup H dengan raihan 15 poin. Sebenarnya, Italia memiliki poin yang sama dengan Kroasia, tapi tim terakhir mendapatkan pengurangan satu poin dari UEFA.
Azzurri sebenarnya kesuÂlitan menembus pertahanan Malta, tetapi masuknya Antonio Candreva berhasil mengubah alur permainan. Sang winger pun menciptakan assist untuk gol semata wayang Pelle.
Formasi menyerang yang ditÂerapkan Conte langsung memÂbuahkan hasil. Italia menekan dan mengurung Malta di daerah pertahanannya sendiri. Kubu tuan rumah mendominasi laga sejak menit awal.
Marco Verratti nyaris menÂciptakan gol pembuka tak lama kemudian. Gelandang Paris Saint-Germain itu melepaskan tembakan keras dari luar kota penalti, tetapi jalur bola berbelok karena membentur bek Malta.
Italia melanjutkan dominasi mereka, tetapi lini belakang Malta terlalu rapat. Hasil imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.
Usai turun minum, Italia terus berusaha untuk membongkar raÂpatnya pertahanan Malta hingga membuat Azzurri frustrasi.
Namun di menit 69, Italia berÂhasil mengakhiri rasa frustrasi tersebut. Masuknya Candreva mengubah alur permainan. Winger Lazio itu mengirimkan umpan silang ke kotak penalti dan langsung disambar Graziano Pelle. Italia berhasil memecah kebuntuan.
Unggul satu gol, Italia semakin bersemangat untuk terus menekan, tapi ada tambahan gol lagi. Conte pun harus puas dengan kemenangan satu gol ini. ***