Berita

Graziano Pelle/net

Bola Bagus

Golnya Kontroversi Azzurri Cuek

Italia vs Malta 1-0
SABTU, 05 SEPTEMBER 2015 | 09:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Italia nggak peduli dengan gol tunggal yang mengan­tarkan kemenangannya atas Malta dianggap kontro­versi. Bagi Azzurri bisa menang di laga kualifikasi Euro 2016 adalah yang terpenting.

Dalam pertandingan di Stadio Artemio Franchi, Florence, kemarin. Italia memetik keme­nangan tipis 1-0 atas Malta. Gol tunggal kemenangan Azzurri dicetak Graziano Pelle pada menit ke-69. Dengan hasil ini, mereka memiliki poin yang sama den­gan Krosia, yang di pertandin­gan lain hanya bermain imbang 0-0 kontra Azerbaijan.

Meski hanya mencetak satu gol dan banyak kehilangan kesempatan, buat pelatih timnas Italia Antonio Conte, itu merupa­kan prestasi yang membangga­kan. Laman Soccernet mencatat, Italia tampil dominan dengan melepaskan sebanyak 13 tendan­gan percobaan, tujuh mengarah ke gawang. Sementara itu, Malta cuma bisa tiga kali melakukan tiga tendangan, yang cuma satu tepat ke gawang.


Satu-satunya gol Italia di laga ini dinilai berbau kontroversi kar­ena ada kemungkinan bola sempat menyentuh tangan Pelle, yang mencetak gol dengan dada.

"Satu-satunya hal yang pent­ing adalah menang. Kami berada di puncak klasemen dan semoga bisa mendapatkan kemenangan lain saat menghadapi Bulgaria," kata Conte dikutip Rai Sport.

Malahan, Conte menyebut Pelle sebagai panutan untuk gen­erasi mendatang. "Saya berharap Graziano akan terus tampil bagus. Ia sudah tumbuh dari pengala­man internasional yang penting. Ia kembali sebagai pesepakbola yang berbeda," ujarnya.

Pelle mengawali kariernya di Lecce tempatnya dipinjamkan ke sejumlah klub di Serie B. Pada 2007, dia hijrah ke Belanda untuk membela AZ Alkmaar, sebelum kembali ke Italia pada 2011 untuk membela Parma.

Sempat dipinjamkan lagi ke Sampdoria, Pelle kemudian hijrah lagi ke Belanda di tahun 2013. Ia bergabung dengan Feyenoord, membuat 50 gol Eredivisie dalam 57 laga sebe­lum hijrah ke Southampton di 2014. Bersama Southampton, Pelle membuat 16 gol pada musim 2014/2015. Di Premier League musim ini Pelle sudah mencetak dua gol.

"Kami berharap contoh dari Pelle akan menguntungkan se­mua pemain," tutur Conte.

Pelle bilang, laga seharusnya bisa berjalan lebih nyaman an­dai gol tersebut tiba lebih dini, karena dengan begitu Malta akan mulai bermain terbuka lebih cepat. "Ini adalah laga sulit melawan Malta. Sepakbola telah merata saat ini dan setiap keme­nangan dipetik dengan berat," ujarnya dikutip Football Italia.

Masalah gol yang kontroversi, penyerang Southampton itu tak mau banyak komentar, yang berhak menentukan keabsahan gol itu hanyalah penyeleng­gara. Malah, dia mengaku lupa bagaimana gol itu bisa tercipta. "Saya tidak ingat. Saya harus melihat video rekamannya," jelasnya.

Saat ini Italia menduduki posisi puncak Grup H dengan raihan 15 poin. Sebenarnya, Italia memiliki poin yang sama dengan Kroasia, tapi tim terakhir mendapatkan pengurangan satu poin dari UEFA.

Azzurri sebenarnya kesu­litan menembus pertahanan Malta, tetapi masuknya Antonio Candreva berhasil mengubah alur permainan. Sang winger pun menciptakan assist untuk gol semata wayang Pelle.

Formasi menyerang yang dit­erapkan Conte langsung mem­buahkan hasil. Italia menekan dan mengurung Malta di daerah pertahanannya sendiri. Kubu tuan rumah mendominasi laga sejak menit awal.

Marco Verratti nyaris men­ciptakan gol pembuka tak lama kemudian. Gelandang Paris Saint-Germain itu melepaskan tembakan keras dari luar kota penalti, tetapi jalur bola berbelok karena membentur bek Malta.

Italia melanjutkan dominasi mereka, tetapi lini belakang Malta terlalu rapat. Hasil imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.

Usai turun minum, Italia terus berusaha untuk membongkar ra­patnya pertahanan Malta hingga membuat Azzurri frustrasi.

Namun di menit 69, Italia ber­hasil mengakhiri rasa frustrasi tersebut. Masuknya Candreva mengubah alur permainan. Winger Lazio itu mengirimkan umpan silang ke kotak penalti dan langsung disambar Graziano Pelle. Italia berhasil memecah kebuntuan.

Unggul satu gol, Italia semakin bersemangat untuk terus menekan, tapi ada tambahan gol lagi. Conte pun harus puas dengan kemenangan satu gol ini. ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya