Berita

sutopo purwo nugroho/net

Nusantara

Sutopo BNPB: Penegakan Hukum, Kunci Utama Atasi Kahutla

SABTU, 05 SEPTEMBER 2015 | 10:57 WIB | LAPORAN:

Dalam kurun waktu 18 tahun terakhir wilayah Sumatera dan Kalimantan selalu terbakar setiap tahunnya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif menyebabkan bencana asap.

Demikian penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektroniknya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/9).

Sejauh ini, lanjut Sutopo, wilayah langganan karhutla yakni  Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel. Dampak yang ditimbulkan luar biasa. Bahkan kerugian dan kerusakan akibat karhutla lebih besar dibandingkan jenis bencana lainnya di Indonesia setiap tahunnya.


Sutopo menambahkan, Presiden Jokowi pada 27 November 2014 dalam kunjungan di Pekanbaru Riau memberikan arahan bahwa pemerintah akan serius mengatasi masalah karhutla, dan tidak akan menoleransi perusahaan maupun siapapun yang melanggar hukum.

Karhutla sebetulnya mempunyai korelasi positif dengan ilegal logging. Sebagai gambaran, lanjut Sutopo, pembukaan lahan dengan membakar hanya butuh Rp 600 ribu-Rp 800 ribu per hektar sedangkan tanpa bakar memerlukan biaya Rp 3,5 - 5 juta per hektar. Apalagi saat kemarau, hanya perlu api maka karhutla akan tak terkendali.

"Karhutla di Riau, khususnya di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Tesso Nelo dan lainnya sebagian besar dilakukan oleh para pendatang," jelas Sutopo.

Mereka bekerjasama dengan Batin (kepala adat) dan lurah dengan mengeluarkan surat keterangan tanah per dua hektar sesuai jumlah anggota koperasi.

"Kunci utama mengatasi karhutla adalah penegakan hukum. Sudah banyak UU, peraturan, juknis dan lainnya yang mengatur larangan karhutla. Namun faktanya tetap dibakar," tegasnya.

Ia ingat saat karhutla parah melanda Riau pada Mei-Juni 2013 dan Maret-April 2014. Satgas Nasional Penanganan Bencana Asap yang dikomando BNPB ternyata mampu mengatasi kebakaran itu dalam waktu 2-3 minggu. Ketika itu, ribuan TNI dan polisi dikerahkan menduduki daerah-daerah yang sering dibakar. Patroli dan penegakan hukum diintesifkan. Hasilnya, karhutla dipadamkan dan tidak berlanjut.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya