Berita

rj lino

DUGAAN MAFIA PELABUHAN

Komjen Buwas Dicopot, PDIP Semakin Bersemangat Membongkar Sejarah RJ Lino

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 10:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, semakin penasaran terhadap sosok RJ Lino. Pasalnya, Direktur Utama Pelindo II bernama lengkap Richard Joost Lino tersebut bisa menelpon atasannya bahkan mengancam mundur karena kantornya digeledah oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri.

Padahal, kata Masinton, Bareskrim berhak melakukan penggeledahan karena sudah sesuai prosedur. Makanya Komjen Budi Waseso yang kini sudah digeser dari Kepala Bareskrim sebenarnya tidak bersalah.

"Faktanya justru Lino yang bikin gaduh. Karena setelah dia menelpon menteri, Wapres Jusuf Kalla menelpon Buwas, ada menteri menelpon Kapolri. Sebenarnya siapa yang bikin gaduh," ujar Masinton mempertanyakan.


Lino sepertinya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa sehingga terjadi anomali, pemaksaan pergantian Kabareskrim. Rotasi sewajarnya melalui sidang dewan jabatan dan kepangkatan tinggi Polri (wanjakti), tapi bisa dilihat kalaupun benar ada sidang wanjakti, itu sudah tidak normal. Membuat publik bertanya-tanya siapa Lino ini sebenarnya.

"Ayo kita buka sejarah Lino. Ada indikasi kuat, Lino terlibat korupsi pengadaan mobile crane yang kemudian mangkrak karena tidak sesuai spesifikasi. Terbukti sudah ada petinggi Pelindo II yang jadi tersangka," papar Masinton.

Dalam keterangannya pagi ini, Masinton mengungkapkan, kasus pengadaan mobile crane yang bermasalah tersebut pintu masuk Bareskrim untuk membongkar skandal korupsi besar yang diduga melibatkan keluarga RJ Lino.

Sejarah Lino menjadi menarik untuk diketahui publik. Karena diduga kuat dia bagian dari mafia yang ada di sekitar Istana. Ada indikasi kuat dia memiliki pengaruh yang bisa menembus sampai ke Presiden.

"Mari bersama-sama menelusuri sejarah Lino. Karena dialah biang kegaduhan. Karena dia menelpon pas kantornya digeledah, merembet ada rangkaian telepon dan berujung dicopotnya Buwas sebagai Kabareskrim. Penggeledahan di kantor Lino, adalah bagian dari penegakan hukum tapi anehnya Buwas yang kemudian terpental," terangnya.

Masinton menambahkan, siapakah Lino dan bagaimana pengaruh kekuasaannya, menarik untuk ditelusuri DPR melalui usul pembentukan Panja Pelindo. Supaya diungkap persoalan dwelling time, perpanjangan konsesi JICT dan pengadaan mobile crane yang kemudian bermasalah.

"Presiden Jokowi memberikan perhatian mengenai dwelling time. Buwas menjalankan instruksi Presiden untuk menuntaskan persoalan di pelabuhan Tanjung Priok. Tapi kemudian Buwas yang terpental," demikian Masinton. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya