Berita

zulhas/net

Pemilihan Langsung Lahirkan Kekuatan Pemilik Modal

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2015 | 16:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia adalah negara yang kaya raya, bahkan nyaris tidak ada negara yang sekaya Indonesia. Jumlah pulaunya saja lebih dari 17.000. Kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia sangat melimpah. Salah satunya ditandai dengan kekayaan ekosistem yang sangat beragam.

Sayangnya, kekayaan itu tidak diikuti rasa sukur yang memadai. Dan karena kurang pandai dalam bersyukur, itulah maka kekayaan Indonesia yang bayak itu diambil alih oleh orang lain tanpa diketahui bangsa Indonesia sendiri. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan karena itu harus dijaga agar pencurian seperti itu tidak berlanjut.

Demikian disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, saat menyampaikan dialog kebangsaan dengan tema 'Menatap Indonesia Masa Depan' di Gedung Roediro Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (3/9).
 

 
Ke depan, menurut Zulkifli. Indonesia harus lebih bijaksana dalam memanfaatkan dan menjaga kekayaan alamnya. Salah satunya adalah kekayaan alam laut. Apalagi selain potensi ikan, keindahan alam laut Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Antara lain, Raja Ampat, Wakatobi, serta Nusa Penida di Bali.
 
"Untuk mengatasinya, dibutuhkan anak-anak muda yang berpendidikan tinggi sehingga memiliki kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan," kata Zulkifli menambahkan.

Pada kesempatan itu, Ketua MPR juga mengatakan, sila keempat Pancasila Kerakyatan yang dimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam prakteknya sudah mengalami perubahan. Perubahan makna sila keempat Pancasila, itu terjadi seiring berkembangnya demokrasi di Indonesia pasca reformasi. Akibatnya sila keempat pun telah dimaknai menjadi one man one vote. Padahal cara pemilihan berdasarkan suara terbanyak membawa dampak yang sangat besar. Salah satunya adalah maraknya praktek money politic.

Praktek money pilitik yang menghiasi wajah demokrasi Indonesia telah memenjarakan kepentingan rakyat. Karena yang muncul dari praktek money politic adalah kepentingan para pemilik modal.

"Bukan saya tidak setuju pemilihan langsung, namun karena ini di kampus saya sampaikan kelemahan dalam cara berdemokrasi yang kita pilih pada saat ini," tukas Zulkifli dalam rilis Humas MPR yang dikirim ke redaksi. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya