Berita

ahmad basarah/net

Politik

PAN GABUNG PEMERINTAH

Kata PDIP, Satu PR Jokowi Telah Diselesaikan

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2015 | 15:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Atas nama DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah mengucapkan terima kasih dan bersyukur Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan telah menyatakan dukungannya kepada Pemerintahan Jokowi-JK.

"Tentu Pak Jokowi perlu mempertimbangkan aspek dukungan PAN, sehingga PAN sebagai koalisi juga memiliki kontribusi yang baik dan signifikan bagi pembangunan," kata Wasekjen DPP PDIP itu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 3/9).

Menurut Basarah, ia termasuk pengurus PDIP yang meminta Jokowi-JK mempertimbangkan aspek dukungan politik di Parlemen, walaupun presidential, tapi pilitik Indonesia bercitarasa Parlemen. Artinya, kebijakan Jokowi-JK akan dipengaruhi dan sikap Parlemen.


"Karena itu, modal politik awal Pilpres hanya 4 parpol belum memenuhi 50 plus 1 dari kursi Parlemen, karena banyak kebijakan kita dalam pengambilan keputusan berbasiskan pada dukungan Parlemen, jumlah minoritas itu membuat posisi politik pemerintah tidak solid di DPR, ketika PAN menyatakan dukungan ke Jokowi-JK. Maka pak jokowi telah menyelesaikan satu PR-nya yakni stabilitas politik, sebagai syarat jokowi-jk untuk melaksanakan programnya," papar anggota Komisi II DPR itu.

Lalu, apakah PAN akan dapat jatah menteri di Kabinet Kerja, setelah menyatakan dukungan. Basarah menjawabnya dengan diplomatis.

"Tentu saja berbicara tentang kerja sama politik, harus ada take and give, ketika ada dukungan dari PAN, maka Pemerintah juga memberikan dukungan ke PAN, bagaimana dukungannya, Jokowi selaku Presiden tahu persis. Hampir satu tahun, Jokowi sudah dapat menyerap aspirasi parpol, sehingga beliau dapat memberikan rewade hubungan take and give ke PAN, apakah memasukkan kader PAN di kabinet, itu biar hak prerogatif Jokowi," terang ketua Fraksi PDIP di MPR itu.

Terakhir, Basarah berharap PAN dapat memperkuat dukungan politik kepada Jokowi-JK. Dengan demikian pembanguinan bisa berjalan dengn baik. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya