Berita

ilustrasi/net

Ini Kata Demokrat soal Pertemuan Presiden Jokowi-Direktur IMF

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 15:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Demokrat meminta pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde di Istana Negara, sore ini (Selasa, 1/9) tidak dipermasalahkan.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Khotibul Imam Wiranu, pertemuan tersebut bisa jadi dilakukan guna memulihkan perekonomian Indonesia.

"Ya saya kira langkah ini diambil Jokowi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia," terang dia dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (1/9).


Khotibul jelaskan, tentu tidak bisa dihindari jika pada akhirnya Jokowi melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi dengan cara meminjam dana IMF untuk keberlangsungan pembangunan. Namun, dia tetap mengingatkan bahwa sedikit sekali "obat" IMF yang diberikan kepada negara-negara berkembang berhasil menyembuhkan penyakit ekonomi yang sedang diderita.

"Lebih banyak negara yang justru akhirnya terpuruk jika pembangunannya mengandalkan dana IMF," tambah Khotibul.

"Sejak Pak Harto tanda tangan menyetujui MoU dengan IMF tahun 1997 disaksikan  Camdessu saat itu, ekonomi Indonesia semakin lemah dan sampai hari ini tidak ada tanda yang menunjukkan kebangkitan ekonomi kita," tambah dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah RI tidak bakal meminta pinjaman uang kepada IMF. Pertemuan itu hanya membahas seputar kondisi ekonomi dunia yang sedang susah. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya