Berita

TransMilenio/rmol

Dunia

Senyaman TransMilenio Saja Masih Dikeluhkan, Apalagi TransJakarta

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 11:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Salah satu moda transportasi utama yang melayani angkutan massa di ibukota Kolombia, Bogota adalah TransMilenio. Sistem operasi angkutan bus cepat atau bus rapid transit (BRT) itu seperti diketahui merupakan 'kiblat' dari TransJakarta yang saat ini beroperasi di Jakarta.

TransMillenio merupakan salah satu andalan warga Bogota untuk mobilitas sehari-hari. Pasalnya, selain memiliki banyak koridor dan menghubungkan bagian selatan hingga utara Bogota, TransMilenio juga memiliki jalur khusus yang steril dari kendaraan lainnya. Jalur khusus tersebut sangat luas dan mampu dilalui oleh dua buah bus TransMilenio searah.

Bukan hanya itu, merujuk pada data Wikipedia, TransMilenio yang dikembangkan di Bogota sejak tahun 2000 itu juga dilengkapi dengan armada yang beradasarkan data Oktober 2014, berjumlah 1.500 buah.


Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, rata-rata fasilitas shelter atau stasiun TransMilenio yang berada di Bogota cukup ramah dengan penumpang. Pasalnya, di setiap stasiun dipasang petunjuk yang jelas. Selain itu juga ada papan elektronik yang menunjukkan perkiraan waktu kedatangan bus TransMilenio selanjutnya. Kedatangan bus dengan waktu perkiraan pun rata-rata selalu tepat waktu atau tidak meleset jauh.

Bukan hanya itu, di setiap stasiun TransMilenio juga selalu ada peta jalur TransMilenio. Bagi warga asing yang baru pertama kali menggunakan TransMilenio, membaca peta tersebut bisa terkesan cukup rumit karena ada 12 koridor TransMilenio yang beroperasi, dan masing-masing koridor memiliki nomor bus yang berbeda dan tidak semua bus berhenti di setiap stasiun.

Namun tidak perlu khawatir, karena di setiap stasiun, selalu ada satu atau dua petugas keamanan yang berjaga. Penumpang yang kebingungan bisa bertanya kepada petugas tersebut. Kendati tidak bisa berbahasa Inggris, namun petugas keamanan tersebut senantiasa berusaha membantu.

Fasilitas lainnya yang juga menarik dari TransMilenio adalah ukuran stasiun yang rata-rata cukup luas dan panjang. Rata-rata ukuran stasiun TransMilenio adalah satu hingga tiga blok. Bahkan ada stasiun yang terintegrasi dengan sebuah tunnel bawah tanah, seperti stasiun Las Aguas dengan stasiun Universidades. Sehingga penumpang bisa berjalan kaki dengan nyaman melalui tunnel tersebut.

Di beberapa stasiun TransMilenio juga disediakan lahan khusus parkir sepeda. Sehingga penumpang bisa menitipkan sepeda mereka. Karena perlu diketahui, Bogota bisa dikatakan kota yang ramah pesepeda. Di jalanan utama kota Bogota, jalur sepeda membentang, kadang di sisi jalan, kadang di tengah jalan diberi batas khusus. Ada juga sejumlah terowongan bawah tanah yang dikhususkan bagi pesepeda.

Dari segi armada, rata-rata bus TransMilenio yang beroperasi merupakan bus gandeng. Bila di Jakarta kerap kita temui bus Transjakarta gandeng dua, di Bogota rata-rata bus TransMilenio yang beroperasi gandeng dua atau gandeng tiga. Dengan demikian, kapasitas angkutnya pun semakin besar.

Selain itu, di dalam bus TransMilenio juga terdapat sejumlah tempat yang dikhususkan bagi orang cacat ataupun kereta bayi. Ada juga sejumlah bangku prioritas yang hanya diperuntukkan bagi wanita hamil, lanjut usia, ataupunn ibu-ibu yang membawa anak kecil. Bangku khusus itu diberikan warna berbeda dari bangku penumpang lainnya. Bangku penumpang umum berwarna merah, sedangkan bangku penumpang khusus berwarna biru.

Di dalam bus TrasMilenio juga dilengkapi dengan papan elektronik yang berfungsi menunjukkan nama stasiun yang menjadi tempat pemberhentian TransMilenio selanjutnya.

Kenyamanan lain yang ditawarkan oleh TransMileno adalah adanya aplikasi khusus yang bisa diunduh di ponsel pintar android, iPhone atau Blacberry. Aplikasi TransMilenio tersebut kendati hanya tersedia dalam bahasa Spanyol, namun cukup mudah digunakan. Aplikasi tersebut bisa membantu penumpang dalam membuat rute perjalanan dengan TransMilenio, serta menunjukkan bus nomor berapa yang bisa ditumpangi untuk sampai tempat tujuan.

Harga yang harus dibayarkan untuk satu kali perjalanan dengan TransMilenio adalah 1.800 peso Kolombia (cop) atau sekitar Rp 8.226 (dengan asumsi, 1 cop = Rp 4.57). Untuk bisa menggunakan TransMilenio, penumpang harus terlebih dahulu membeli smartcard yang bisa diisi ulang. Pembelian smartcard dan isi ulang bisa dilakukan di 'taquilla' atau loket yang berada di setiap stasiun TransMilenio. Harga Smartcard itu sendiri adalah 2.000 cop.

Dengan fasilitas yang cukup modern dan ramah kepada penumpang tersebut, rupanya tidak menjadikan TransMilenio bebas dari keluhan. Sejumlah mahasiswa di Bogota yang sehari-hari menggunakan TransMilenio kerap mengeluhkan angkutan massal tersebut.

"Banyak orang di Bogota yang kesal dengan TransMilenio, karena di jam-jam padat (rush hours), TransMilenio akan selalu penuh sesak dengan penumpang. Bahkan tidak jarang TransMilenio kelebihan muatan," kata Valeria Cuevas, salah seorang mahasiswi Komunikasi, beberapa waktu lalu.

Keluhan senada juga diutarakan mahasiswi Hubungan Internasional bernama Juanita Riveros Villamizar.

"Kenyamanan TransMilenio hanya bisa dirasakan terutama di akhir pekan dan hari libur. Karena tidak banyak orang yang menggunakan TransMilenio di waktu tersebut," ujarnya.

Namun demikian, menurut salah seorang WNI asal Medan Sumatera Utara obernama Saputra Liadi yang telah menetap di Bogota selama lebih dari setahun terakhir, keberadaan TransMilenio di Bogota cukup nyaman kendati banyak dikeluhkan masyarakat Bogota.

"TransMilenio belum bisa dibandingkan dengan TransJakarta apalagi bus umum di kota Medan. Interkoneksi di sini berjalan sangat baik, jadwal kedatangan yang tepat waktu, serta ukuran bus yang luas. Ditambah lagi TransMilenio memiliki jalur khusus yang benar-benar steril dari kendaraan lainnya," kata Saputra.

"Saya hanya membayangkan, bila TransMilenio yang fasilitasnya begitu lengkap saja masih dikeluhkan, apalagi dengan TransJakarta," tandas pria yang tengah menempuh studi master di bidang ilmu hubungan internasional di Universidad Externado de Colombia itu.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya