Berita

zulhas/humas mpr

PILKADA SURABAYA 2015

Zulkifli Hasan Minta Pilkada Watch Selidiki Pilkada Surabaya

SENIN, 31 AGUSTUS 2015 | 13:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta Pilkada Watch untuk menjadikan kasus Pilkada Surabaya sebagai kasus pertama yang menjadi perhatian. Hal ini terkait keputusan KPU Surabaya yang tidak mengesahkan pasangan usungan PAN dan Demokrat.

Permintaan itu disampaikan Zulkifli Hasan ketika menerima delegasi Pilkada Watch di Ruang Kerja Ketua MPR, Gedung Nusantara III lantai 9, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, (Senin, 31/8). Delegasi Pilkada Watch dipimpin Wahyu Agung Permana sebagai Direktur Eksekutif Pilkada Watch.

Seperti diketahui KPU Surabaya memutuskan pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror tidak memenuhi syarat untuk Pilkada Surabaya 2015. Ada dua alasan KPU Surabaya, yaitu surat rekomendasi PAN dan surat keterangan tanggungan pajak.


Untuk menindaklanjuti hal itu, Zulkifli Hasan mengajak Pilkada Watch untuk bersama-sama mendatangi KPU Surabaya melakukan klarifikasi.

"Saya mau datang ke KPU Surabaya. Ayo kita sama-sama ke sana," ajak Zulkifli Hasan yang juga ketua umum PAN itu.

Menurut Zulkifli, surat rekomendasi yang diberikan DPP PAN adalah asli.

"Sudah diklarifikasi Sekjen PAN, Sekjen Demokrat, dan diakui KPU," ujarnya.

Namun, pada akhirnya KPU menyebutkan surat rekomendasi dari PAN saat pendaftaran berbeda dengan surat rekomendasi asli. Dengan kasus ini, Pilkada Surabaya hanya diikuti calon tunggal pasangan Tri Rismaharini-Wishnu Sakti Buana. Zulkifli mengungkapkan dalam kasus ini PAN mengajukan gugatan terhadap KPU Surabaya.

"Hari ini Sekjen PAN, Sekjen Demokrat mendatangi DKPP, Panwas, KPU Pusat, untuk melaporkan KPU Surabaya," katanya dalam pertemuan itu.

Karena itu, Zulkifli meminta Pilkada Watch untuk memprioritaskan kasus Pilkada Surabaya.

"Ada sesuatu di situ. Ada upaya untuk menjegal. Di daerah lain juga ada yang seperti itu. Kita ingin Pilkada Surabaya sukses dan tidak merugikan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Wahyu A Permana menjelaskan bahwa Pilkada Watch ingin melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada. "Sebab Pilkada serentak adalah agenda nasional yang harus disukseskan. Ini menjadi agenda penting bangsa," katanya.

Menurut Wahyu, Pilkada serentak berpotensi terjadi pelanggaran baik dilakukan penyelenggaranya, calon kepala daerah, maupun aparat. Untuk itu, Pilkada Watch telah membentuk koordinator di setiap provinsi dan kabupaten.

"Masyarakat perlu berpartisipasi dengan melaporkan pelanggaran. Kita sediakan e-watch untuk melaporkan pelanggaran Pilkada dengan aman dan nyaman," katanya.

Di akhir pertemuan, Ketua MPR Zulkifli Hasan menandatangi Deklarasi Pilkada Damai dan Berkualitas. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya