DPR RI periode 2014-2019 atau DPR periode ke-18 berada dalam proses demokratisasi yang semakin berkembang. Keterbukaaan dan kebebasan berpendapat memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik secara terbuka.
Ketua DPR Setya Novanto mengatakan itu dalam Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka peringatan Ulang Tahun ke-70 DPR RI dan penyampaian Laporan kinerja DPR RI Tahun Sidang 2014-2015 di Ruang Rapat Paripurna I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 28/8).
"Akses informasi mengenai parlemen semakin luas sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada satu hari pun tanpa pemberitaan mengenai DPR, baik berita positif maupun negatif," katanya.
Sejak dilantik pada 1 Oktober 2014 sampai 13 Agustus 2015, dia melanjutkan, sudah banyak yang dilakukan anggota Dewan. Antara lain, membahas dan menyetujui APBN Perubahan 2015, pembahasan dan persetujuan RAPBN 2016, serta membahas Laporan Semester I dan Prognosis Semester II TA 2015.
"DPR juga terlah berhasil mempermudah perubahan nomenklatur kementerian dan lembaga yang bertujuan untuk mempercepat penyerapan APBN TA 2015," ungkap politikus Golkar ini.
Pada awal tugas, DPR sukses membentuk fraksi-fraksi dan alat kelengkapan dewan. Setya menambahkan, setelah 70 tahun, DPR mencanangkan modernisasi agar lebih adaptif, profesional, dan tumbuh.
[zul]