Berita

BNPB dan BPPT Gelar Operasi Hujan Buatan

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 20:57 WIB | LAPORAN:

. Dampak kemarau di wilayah Indonesia makin meningkat dan menyebabkan kebakaran hutan serta lahan makin meluas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, asap tebal kini menutup sepanjang hari di sejumlah daerah yang disebabkan oleh titik api.

"Berdasarkan data BMKG hasil pantauan Satelit Modis (Terra Aqua), Rabu (26/8), titik api di Kalteng 523, Kalbar 161, Sumsel 155, Kalsel 80, Kaltim 70, Jambi 69, Babel 10 dan Riau 4," jelas Sutopo dalam pesan singkat yang dipancarluaskan, beberapa saat tadi.


"Jarak padang di Pekanbaru 2 km, Pelalawan 1 km, Rengat 5 km, Jambi 900 meter. Asap di Riau sebagian besar berasal dari kiriman Jambi dan Sumsel. Sementara itu kebakaran hutan di Gunung Slamet dan G unung Lawu juga belum dapat dipadamkan," sambungnya.

Sutopo jelaskan,  guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu, pemadaman dilakukan oleh subsatgas darat, udara dan penegakan hukum.

"Pemadaman di darat dilakukan oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, dan masyarakat. BNPB dan BPPT terus melakukan operasi hujan buatan di 4 wilayah secara serempak dengan posko di Pekanbaru, Palembang, Pontianak dan Jakarta. Hujan buatan di Riau, Sumsel dan Kalbar diprioritaskan untuk pemadaman karhutla, sedangkan di Jakarta untuk kekeringan. 4 pesawat terbang dikerahkan untuk menebarkan ratusan garam ke dalam awan-awan potensial. Hujan buatan direncanakan hingga November 2015. Selain itu, BNPB juga mengerahkan 8 helicopter pemboman air di Riau, Sumsel, Kalbar dan Kalteng," terangnya.

Dia menambahakn, meskipun karhutla di Jambi terus meluas dalam 2 minggu terakhir, namun Gubernur belum menentukan Status Siaga Darurat. Akibatnya banyak kendala dalam pemadaman yang dilakukan. Asap menyebar bukan hanya di wilayah Jambi tapi juga menyebar ke Riau dan Kepri.

"BNPB sudah melakukan koordinasi dan meminta agar Pemda Jambi menetapkan status siaga darurat namun hingga saat ini belum dilakukan. Permintaan bantuan hujan buatan dan water bombing juga belum disampaikan Pemda Jambi kepada BNPB sehingga karhutla masih terus meluas. Upaya pencegahan lebih efektif dibandingkan dengan pemadaman. Karhutla sesungguhnya bisa dicegah," tandasnya. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya