Berita

Ketua MPR: Esensi Sila Keempat Pancasila Sudah Mulai Bergeser

SELASA, 25 AGUSTUS 2015 | 16:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penggalian, pemahaman dan penghayatan Pancasila di era sekarang sangat berbeda dengan era para pendiri bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan usai membuka Seminar Nasional dengan tema 'Strategi Menangkal Gerakan Transnasional Radikal Demi Integrasi Bangsa', yang diselenggarakan UPT Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang, di Aula Utama UNM, Malang, Jawa Tengah (Selasa, 25/8 ).

Menurutnya, di era para pendiri bangsa, penggalian, pemahaman dan penghayatan Pancasila dengan hati nurani dan perenunangan yang panjang dengan melihat dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Isi dari sila keempat Pancasila tentang musyawarah dan mufakat sangat terasa diimplementasikan.


Nah, sekarang yang terjadi sudah berbeda jauh. Hampir di semua lini terjemahan musyawarah dan mufakat sangat jauh dari esensi sila keempat.

"Sekarang esensi dari musyawarah mufakat adalah bagaimana caranya bisa menang. Yang menang mengambil semua sedangkan yang kalah terpuruk," tegas Zulkifli.

Itulah mungkin yang menyebabkan Pancasila seperti tidak lagi dibicarakan atau seperti dihilangkan.  Itu juga yang menjadi penyebab mengapa bangsa ini seperti kehilangan rohnya.

"Saya tekankan disitu. Sejatinya menurut saya, pemahanan dan pengamalan Pancasila sila keempat itu, esensinya adalah kekeluargaan dan kegotong royongan. Itu harus dipahami jangan sampai bangsa ini kehilangan roh kebangsaan yakni nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya seperti dalam rilis Humas MPR.

Dalam kesempatan tersebut Ketum PAN itu juga mengharapkan agar seminar tersebut bisa menghasilkan satu pemikiran yang baik bagi sistem ketatanegaraan Indonesia. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya