Berita

korea/net

Dunia

Atasi Ketegangan, Elit Korut dan Korsel Berunding di Panmunjom

MINGGU, 23 AGUSTUS 2015 | 17:27 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Penasehat pemimpin Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan perundingan di wilayah Panmunjom, sebuah desa gencatan senjata antara kedua negara itu, sepanjang hari Sabtu (22/8) kemarin hingga Minggu (23/8) dinihari ini. Dalam perundingan tersebut kedua negara mengharapkan ketegangan yang diambang peperangan dapat berakhir.

Dalam pernyataan tertulis kantor Presiden Korea Selatan mengatakan bahwa utusan mereka membicarakan cara memecahkan ketegangan yang terjadi dan meningkatkan komunikasi yang baik.

Saling tembak senjata berjenis artileri yang terjadi sejak hari Kamis (20/8) kemarin telah mendorong PBB, Amerika, dan Tiongkok mengimbau kedua negara itu untuk menahan diri. Namun, seorang pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan, pihak militer negaranya masih dalam keadaan siaga meski sedang berlangsung perundingan antar dua negara.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Reuters, penasehat keamanan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan menteri unifikasi bertemu dengan penasehat militer tertinggi Kim Jong Un, Hwang Pyong So, dan seorang pejabat veteran masalah antar Korea, Kim Yang Gon.

Wakil Penasehat Keamanan Nasional Korsel, Kim Kyou-hyun dalam pernyataannya mengatakan bahwa antara Korut dan Korsel sepakat untuk berunding mengenai permasalahan konflik yang sedang berlangsung.

"Korea Selatan dan Korea Utara sepakat untuk melakukan kontak terkait dengan situasi yang sekarang terjadi dalam hubungan Selatan-Utara," ujar Kim Kyou-hyun dalam satu jumpa pers yang disiarkan di televisi.

Sedangkan pada hari Jumat (21/8) lalu Pyongyang mengajukan usulan perihal pertemuan tersebut. Sementara Seoul mengajukan usulan yang diubah untuk menghadirkan Hwang dalam pertemuan itu. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya