Berita

‎NU Gandeng Ulama Cegah Stunting

SABTU, 22 AGUSTUS 2015 | 20:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anak pendek, alias stunting merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, anak pendek mencerminkan kurangnya asupan gizi yang berpengaruh pada pertumbuhan anak tersebut.

Untuk menanggulangi masalah stunting ini, PP LKNU menggandeng para ulama yang tergabung dalam Forum Ulama Peduli Gizi, yang sudah terbentuk sebelumnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting.

Anggia Ermarini, Supervisor Program Stunting yang juga sekretaris umum PP Fatayat mengatakan, sebagai tindak lanjut terbentuknya Forum Ulama Peduli Gizi ini, PP LKNU mengadakan kegiatan pertemuan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2015 dengan mengundang narasumber yang berkompeten di bidang kesehatan dengan pesertanya adalah para anggota Forum Ulama Peduli Gizi.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung PBNU ini bertujuan untuk sharing pengalaman sosialisasi gizi dan pencegahan stunting alumni pelatihan, merefresh pengetahuan gizi dan stunting alumni pelatihan serta menyusun rencana tindak lanjut forum ulama peduli gizi kabupaten Brebes.

Pertemuan pembentukan Forum Ulama Peduli Gizi ini akan diisi dengan Sharing Pengalaman Sosialisasi Gizi dan Pencegahan Stunting Pasca pelatihan, Refreshing Pengetahuan Tentang Gizi dan Pencegahan Stunting, Penyerahan Piagam Penghargaan Peserta Pelatihan Pencegahan Stunting Bagi Tokoh Agama, Musyawarah Rencana Tindak Lanjut Forum Ulama Peduli Gizi.

"Selain itu akan dilaksanakan Deklarasi Forum Ulama Peduli Gizi Kabupaten Brebes oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), karena untuk tahun ini Kabupaten Brebes akan dijadikan semacam pilot project pencegahan stunting oleh Forum Ulama Peduli Gizi," ujar Anggia Ermarini.

Stunting atau pendek dibandingkan anak seusianya, kata Anggia, adalah perwujudan dari masalah kurang gizi kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Anak yang stunting tidak hanya memiliki fisik yang lebih pendek dibanding anak-anak sehat, tetapi fungsi kognitifnya pun terganggu. Akibatnya, prestasi sekolah pun tidak maksimal.

"Anak penderita stunting adalah anak yang gagal tumbuh. Implikasinya, mereka memiliki kemampuan kognitif dan daya saing yang lemah. Ini akan membawa kita kepada masalah yang lebih besar lagi, yaitu kemiskinan," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal INTERNA ( Indonesian Interfaith Network on HIV and AIDS).

Untuk mencegah stunting, masyarakat perlu mempromosikan perilaku-perilaku kunci, yakni kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan, minum pil zat besi selama kehamilan, menjaga kecukupan asupan gizi selama kehamilan, dan lainnya.

"Program bantuan keuangan bagi keluarga sangat miskin seperti PKH (Program Keluarga Harapan) diharapkan dapat membantu pemenuhan makanan dan pelayanan kesehatan," ujarnya. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya