Berita

susi pudjiastuti/net

Menteri Susi Gandeng Norwegia Perangi Kejahatan Perikanan

SABTU, 22 AGUSTUS 2015 | 07:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Kelautandan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk memerangi illegal, unreported and unregulated (IUU) Fishing dan kejahatan perikanan. Disampaikan pula kebijakan dan upaya Indonesia dalam meningkatkan pemanfaatan laut sebagai kekuatan RI.

"Indonesia mengharapkan dukungan dan kerjasama Norwegia dalam memerangi IUU Fishing," ungkapnya.

Hal ini diutarakan Menteri Susi saat membuka dialog bilateral RI-Norwegia yang khusus membahas mengenai IUU Fishing dan kejahatan perikanan di Oslo Norwegia, pada 20 Agustus 2015.


Pertemuan itu berlangsung selama dua hari dan Menteri Susi didampingi oleh Duta Besar RI untuk Norwegia, Yuwono A. Putranto; Ketua Satgas IUU Fishing, Mas Achmad Santosa; Direktur Polair Baharkam Polri, Brigjen Pol Muhammad Chaerul Noor; Direktur Tipidum Bareskrim Polri, BrigjenPol Carlo Brix Tewu; Karo Renkrim Baharkam Polri, Brigjen Pol Kamil Razal; dan Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan, Estu Budiarto.  Pihak Norwegia yang hadir terdiri dari pejabat tinggi Kementerian Perikanan; Coast Guard; Ministry of Justice and Public Security; Kementerian Luar Negeri; KRIPOS (Badan Investigasi Kriminal Norwegia); Økokrim (Badan Investigasi untuk Kejahatan Ekonomi dan Lingkungan Norwegia); Otoritas Pajak Norwegia; dan Bea Cukai.

Pada kesempatan itu, Dirjen Budidaya dan Perikanan Kementerian Perikanan Norwegia, Vidar Landmark menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra yang penting bagi Norwegia. Oleh karena itu, Pemerintahnya sangat menyambut baik inisiatif Pemerintah Indonesia.

Siap mendukung serta bekerjasama baik secara bilateral maupun di berbagai forum internasional mengenai isu IUU Fishing," tegasnya.

Menteri Susi berpendapat forum dialog ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi kedua negara untuk saling berbagi pengalaman dan tukar pikiran mengenai kasus-kasus IUU Fishing yang terjadi di wilayah masing-masing. Kedua negara memiliki kesamaan pandanganbah waisu IUU Fishing adalah isu kejahatan yang multidimensi dan mengglobal.

"Pertemuan tersebut berhasil mengidentifikasi bentuk kerjasama kongkrit yang dapat dilakukan oleh kedua negara dalam menangani IUU Fishing dan kejahatan perikanan," jelas Menteri Susi seperti dalam rilis KBRI Oslo, Sabtu (22/8).

Kunjungan Menteri Susi ke Norwegia ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan bilateral Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di Jakarta pada 14 April 2015 dan pertemuan Komisi Bersama Menlu RI dengan Menlu Norwegiadi Oslo pada 17 Juni 2015.

Selama di Norwegia pada tanggal 18-21 Agustus 2015, Menteri Susi mengadakan berbagai pertemuan di Kota Trondheim dan Oslo. Secara umum kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk membahas rencana kerjasama kedua negara di bidang aquaculture, sustainable fisheries dan IUU Fishing. Dan untuk menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri Susi ini, Menteri Perikanan Norwegia, Elisabeth Aspaker direncanakan akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada bulan November 2015. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya