Berita

Imigrasi Deportasi 6.236 WNA

JUMAT, 21 AGUSTUS 2015 | 18:36 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Sepanjang semester I tahun 2015 ada 6.236 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara dideportasi. Mereka akan dikembalikan ke negara masing-masing setelah diketahui melanggar aturan keimigrasian di Indonesia.

"WNA yang melanggar UU tentang Imigrasi dan telah dideportasi jumlahnya 6.236 hingga Juni 2015," kata Dirjen Imigrasi Ronny Sompie dalam keterangan resminya, Jumat (21/8).

Rincinya dari 6.236 WNA yang dideportasi, sebanyak 756 dari Myanmar, Tiongkok 604 orang, Thailand 180 orang, Vietnam 159 orang, Malaysia 125 orang dan Kamboja 96 orang. Sementara yang paling banyak berasal dari Bangladesh yakni sejumlah 1.072 orang. Sedangkan 3244 WNA sisanya berasal dari berbagai negara.


Ronny menilai, sebagian besar WNA yang dipulangkan ke negara asalnya lantaran tidak membawa paspor atau izin tinggalnya telah habis. Sementara sebagian lainnya adalah mereka memiliki paspor dan visa kunjungan, namun nyatanya mereka justru bekerja dan mendirikan usaha di Indonesia.

"Ini yang merugikan kita, karena kita tidak dapat devisanya tapi justru keluar," ujar mantan kapolda Bali itu.

Namun, Ronny membantah bahwa pihak Imigrasi kecolongan terkait hal ini. Sebab, menurutnya, WNA ini tidak salah memasuki wilayah Indonesia karena memiliki paspor dan visa kunjungan. Namun, ketika mereka di Indonesia, mereka justru melakukan kegiatan usaha tanpa izin. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya