Berita

KUNKER KOMISI VIII

Pelayanan Kesehatan Lansia di Embarkasi Haji Sumbar Masih Minim

JUMAT, 21 AGUSTUS 2015 | 17:12 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Barat harus segera menyelesaikan visa dan pengembalian biaya paspor calon haji yang keberangkatannya masih terkendala. Rata-rata, persoalannya adalah visa yang belum selesai dan belum tuntasnya pengembalian biaya paspor calon haji.

Begitu dikatakan Ketua Tim Kunker Komisi VIII ke Provinsi Sumatera Barat Asli Chaidir (F-PAN), dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Penyelesaian, menurutnya, harus segera dilakukan. Apalagi, pengurusan biaya paspor calon jamaah  haji ditanggung oleh APBN.  "Untuk itu kami mengharapkan biaya paspor yang telah dikeluarkan jamaah dapat segera dikembalikan,” sambungnya.


Anggota Komisi VIII DPR RI, Khatibul Umam Wiranu menjelaskan, pihaknya juga menemukan adanya visa calon haji yang belum dikeluarkan sebanyak delapan orang. Mereka tidak dapat diberangkatkan pada kloter pertama. Sementara itu untuk kloter kedua, masih ada dua puluh dua orang jamaah yang belum mendapatkan visa.

Dia tegaskan bahwa hal ini tentu sangat mengganggu pelaksanaan ibadah haji. "Apakah mungkin dalam waktu sesingkat ini petugas dapat segera mengurus ini," jelas Umam.

Dia menambahkan, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.  Sebab, sebelumnya tidak pernah terjadi jamaah akan berangkat haji tidak dapat visa.

Sarana kesehatan bagi jamaah haji juga tidak luput dari perhatian Tim Kunker Komisi VIII DPR RI.  Asli Chaidir menilai ruang kesehatan bagi jamaah haji di embarkasi Sumatera Barat masih belum nyaman. Makanya, petugas disarankan untuk mengantisipasi dan memaksimalkan pelayanan di embarkasi Sumatera Barat, utamanya dari segi kebersihan dan kelengkapannya.

"Ruang disini panas, jamaah yg tidak sakit bisa jadi sakit bila seperti ini,” terangnya.

Komisi VIII sendiri melihat embarkasi Sumatera Barat masih harus menyiapkan sarana dan prasarana di bidang kesehatan, seperti kursi roda, tabung oksigen dan tiang infus.  

"Kurang perhatian, khususnya pada lansia,” demikian Umam. [dzk]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya