Berita

tjaho kumolo/net

Tiga Menteri Jokowi Bahas Pencegahan Konflik Tanah Dengan KPK

JUMAT, 21 AGUSTUS 2015 | 14:43 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Usai berdiskusi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang berdampingan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan sumringah bertemu awak media.

Dalam penjelasannya Tjahjo mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk mencegah konflik tanah di wilayah Indonesia agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian negara. Namun pertemuan itu masih belum selesai.

"Niat baik KPK dalam permasalahan SDA (Sumber Daya Alam) dan pertahanan ini harus diselesaikan. Kalau tidak, nanti dampaknya akan semakin meluas, dampak konflik mengenai berbagai hal dan kerugian negara yang cukup besar," tutur Tjahjo di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).


Menurut politikus PDIP ini, pencegahan mesti didorong untuk memudahkan kerja lembaga antirasuah dalam menyelesaikan kasus lain untuk ditindak. Bahkan, Tjahjo mengungkapkan, pencegahan pada kawasan hutan ini merupakan dorongan dari KPK.

"Jadi niat baik KPK itu menyelamatkan dan mencegah. KPK menginginkan ada pencegahan, agar ini cepat selesai," terangnya.

Tak lama setelah itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya keluar dari gedung lembaga antirasuah.

Tak berbeda dengan rekannya dalam Kabinet Kerja, Siti turut menekankan agar pencegahan dilakukan KPK dalam menangani permasalahan pertahanan di kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi.

"Orentasi sekarang justru bicaranya untuk mencegah, karena kalau pencegahannya ini tidak dilakukan nanti KPK-nya bisa pindah kepenindakkan. Kacau jadi konsep di tindak semua, jadi kena semuanya," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya