Berita

johan budi/net

Hukum

KPK Pastikan Ada Babak Baru Skandal Century

JUMAT, 21 AGUSTUS 2015 | 13:27 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melanjutkan penanganan kasus Fasilitas Pendanaan Jangan Pendek (FPJP) Bank Century.

KPK kembali menjamin penanganan perkara tersebut tak hanya berhenti di mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, yang sudah dipenjarakan. Namun sebelum itu, tim penyidik harus lebih dulu mempelajari putusan kasasi Budi Mulya yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA).

"Akan saya tanyakan dulu ke Deputi Penindakan apakah salinan putusan BM (Budi Mulya) yang berkekuatan hukum tetap sudah diterima atau belum," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua  KPK, Johan Budi, Jumat (21/8).


Kasasi Budi Mulya bisa dijadikan salah satu dasar untuk KPK melanjutkan penanganan kasus tersebut.

Nantinya, semua pertimbangan hukum dalam amar putusan akan menjadi dasar ekspose KPK. Dalam ekspose akan diputuskan arah pengembangan kasus Bank Century.

Sebelumnya, dalam amar putusan pada pengadilan tingkat pertama, disebutkan beberapa pihak yang ikut terlibat dalam korupsi kebijakan bailout Bank Century, termasuk Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono, dan semua Deputi Gubernur BI lainnya.

Satu terpidana dalam kasus ini, Budi Mulya telah divonis bersalah oleh MA dan masa hukumannya dinaikkan menjadi 15 tahun penjara. Karena vonisnya sudah berkekuatan hukum tetap, Budi Mulya telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin untuk menghabiskan masa tahanan. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya